Korban Keracunan Massal di Klaten Meningkat Jadi 127, Polisi Periksa Saksi dan Sampel Makanan

Korban Keracunan Massal di Klaten Meningkat Jadi 127, Polisi Periksa Saksi dan Sampel Makanan

KLATEN - Satuan Reskrim Polres Klaten dan Tim Inafis sudah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengambil sampel makanan kasus keracunan massal di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Klaten.

Bahkan Kapolres Klaten AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo juga sudah datang ke lokasi dan meninjau penanganan korban keracunan massal di Posko KLB Desa Karangturi, Senin (24/4/2025) malam.

Kasat Reskrim Polres Klaten Iptu Taufik Frida Mustofa mengatakan, timnya sudah mengambil sampel makanan karena keracunan massal diindikasikan berasal dari makanan yang disajikan saat hajatan halal bihalal dan pagelaran wayangan.

‘’Kami sudah mengambil sampel makanan yang masih tersisa untuk uji lab. Semua diambil mulai dari nasi dus berisi nasi, rendang sapi, acar, sayur krecek, kerupuk, dan snack,’’ kata dia.

Polisi juga sudah memeriksa dua saksi yakni penyelenggara acara halal bihalal dan meminta keterangan sejumlah warga. Belum bisa dipastikan penyebab pasti keracunan yang menyebab 1 orang meninggal dunia.

Dari hasil penelusuran polisi, seperti biasa setiap ada hajatan di kampung, makanan yang disajikan selalu dimasak secara bersama-sama oleh para tetangga di sekitar rumah.

‘’Kalau ada acara, mereka membuat makanan secara rewangan, juru masaknya dari tetangga. Kemudian dibuat nasi dos agar mudah disajikan,’’ ujar Kasat Reskrim.

Penelusuran kasus keracunan massal itu melibatkan Satuan Reskrim Polres Klaten, Dinas Kesehatan Klaten, BPBD Klaten dan pihak terkait.

Tim gabungan melakukan investigasi untuk menelusuri penyebab pasti kejadian. Sementara itu, Pemkab Klaten juga sudah mendirikan Posko KLB di rumah Ketua RT Desa Karangturi yang menyediakan pelayanan medis dan informasi bagi warga terdampak.

Jumlah korban keracunan terus bertambah. Berdasarkan keterangan Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, hingga Selasa 15 April 2025 pukul 12.00 WIB, korban mencapai 127 orang.

‘’Hasil penyelidikan epidemiologi terdata ada 127 orang yang mengalami gejala diare, muntah dan panas. Ada 46 korban dirujuk ke Puskesmas dan RS, sisanya ditangani di Posko KLB,’’ kata Syahruna.

Polda Jateng, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, Kombes Pol Artanto, Jawa Tengah, Jateng, Kombes Pol Ari Wibowo, AKBP Ike Yulianto Wicaksono, Artanto, Ribut Hari Wibowo