Keracunan Makanan di Klaten: 110 Orang Terkena, 1 Tewas Usai Konsumsi Rendang dan Sambel Krecek

Keracunan Makanan di Klaten: 110 Orang Terkena, 1 Tewas Usai Konsumsi Rendang dan Sambel Krecek

KLATEN - Pada acara hajatan wayangan yang digelar di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Minggu malam (13/4/2025), lebih dari 100 warga terserang keracunan makanan diduga setelah menyantap hidangan seperti rendang dan sambel krecek.

Tragisnya, satu orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami gejala mual, muntah, hingga dehidrasi.

Mengingat dampak yang luas, kejadian ini kini telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh pihak berwenang.

Kepolisian setempat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten segera melakukan investigasi menyeluruh untuk menemukan penyebab pasti dari insiden ini.

Polisi telah meminta keterangan dari dua saksi penyelenggara hajatan, yang diharapkan bisa membantu dalam pengungkapan kasus ini.

"Kami terus mendalami informasi dan memantau perkembangan di lapangan," kata Kasat Reskrim Polres Klaten, Iptu Taufik Frida Mustofa.

Data Korban Bertambah

Jumlah korban yang sebelumnya tercatat sekitar 60 orang, kini telah meningkat menjadi 110 orang. Sebanyak 37 orang di antaranya dirujuk ke rumah sakit, sementara 72 orang lainnya menjalani rawat jalan.

Salah satu korban yang meninggal dunia, menurut laporan dari rumah sakit, diketahui memiliki riwayat kelainan jantung yang memperburuk kondisinya setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, satu korban meninggal dunia dengan kondisi kesehatan yang memang sudah rapuh, memiliki masalah jantung," jelas Hanung Sasmito Wibawa, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten.

Penanganan Kesehatan yang Intensif Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan, bersama puskesmas dan rumah sakit setempat, telah membuka posko kesehatan di desa tersebut untuk memantau perkembangan kondisi korban.

“Jumlah korban yang datang ke posko kesehatan kami terus bertambah. Banyak yang merasa gejalanya parah dan harus dirujuk ke rumah sakit," tambah Hanung.

Posko ini dibuka sejak Senin malam (14/4/2025), dan akan terus beroperasi hingga situasi membaik.

Para petugas juga bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menelusuri kemungkinan sumber keracunan.

Sampel makanan telah diambil untuk pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium, dan air yang digunakan dalam acara tersebut juga sedang diselidiki.

sumber: Tribunnews.com

Polda Jateng, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, Kombes Pol Artanto, Jawa Tengah, Jateng, Kombes Pol Ari Wibowo, AKBP Ike Yulianto Wicaksono, Artanto, Ribut Hari Wibowo