Antisipasi Gabah Tercampur Sekam, Satgas Pangan Perketat Pengawasan Program Sergap di Karanganyar

Antisipasi Gabah Tercampur Sekam, Satgas Pangan Perketat Pengawasan Program Sergap di Karanganyar

KARANGANYAR - Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta bersama Satgas Pangan yang terdiri dari Kodim 0727/Karanganyar, Polres Karanganyar, dan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, memperketat pengawasan terhadap serapan gabah (Sergap) di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Langkah ini dilakukan menyusul temuan gabah yang tercampur sekam (brambut) dalam proses penyerapan di salah satu kecamatan.

Meski jumlahnya hanya beberapa karung, namun Perum Bulog tetap menyerap gabah tersebut sebagai bagian dari cadangan pangan nasional.

"Kemarin sempat ada temuan itu, tapi hal tersebut tidak menjadi masalah. Gabah dari petani tetap kami serap untuk kami kelola sebagai cadangan pangan nasional," kata Kepala Bulog Cabang Surakarta, Nanang Harianto, saat dihubungi RadarSolo.com.

Menurut Nanang, gabah yang tercampur sekam tersebut berasal dari hasil panen manual menggunakan mesin tleser, bukan combine harvester.

"Kalau menggunakan combine harvester hasilnya lebih bersih. Tapi kalau tleser, biasanya masih ada jerami yang terbawa. Itu tidak menjadi persoalan, karena akan kami olah kembali," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Dispertan PP Karanganyar mengeluarkan imbauan kepada petani dan gapoktan (kelompok tani) untuk lebih teliti dalam proses pascapanen, terutama pengeringan dan penyimpanan gabah.

"Kami minta petani dan gapoktan tidak terburu-buru menjual gabah sebelum dibersihkan. Pastikan tidak tercampur sekam agar kualitas tetap sesuai standar Bulog," ujar Kepala Dispertan PP Karanganyar.

Dispertan juga akan memperkuat pengawasan di lapangan serta memberikan pelatihan teknis kepada petani agar proses pascapanen berjalan lebih baik.

Sementara itu, Kodim 0727/Karanganyar bersama Polres Karanganyar terus memperkuat pengawasan lapangan sebagai bagian dari tugas Satgas Pangan.

Dandim 0727/Karanganyar, Letkol Inf Dhanang Prasetyo, menegaskan bahwa pengawasan akan dilakukan langsung di wilayah-wilayah penghasil gabah.

"Kami dari Kodim bersama tim Satgas Pangan akan terjun langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas gabah. Mulai dari proses pemotongan hingga pengiriman ke Bulog, semua harus sesuai standar," tegas Dhanang saat memantau serapan gabah di Tasikmadu, Karanganyar.

Polda Jateng, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, Kombes Pol Artanto, Jawa Tengah, Jateng, Kombes Pol Ari Wibowo, AKBP Ike Yulianto Wicaksono, Artanto, Ribut Hari Wibowo