Waspada Penipuan Bantuan Rumah Ibadah, Takmir Masjid di Banyumas Terhipnotis Transfer Rp10 Juta

Waspada Penipuan Bantuan Rumah Ibadah, Takmir Masjid di Banyumas Terhipnotis Transfer Rp10 Juta

BANYUMAS - Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas, Agus Nur Hadie, mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan berkedok bantuan pembangunan rumah ibadah. Peringatan ini disampaikan menyusul terungkapnya kasus seorang takmir masjid di Purwokerto yang menjadi korban penipuan, di mana pelaku mencatut nama Sekda Banyumas untuk melancarkan aksinya.

Korban, yang juga bernama Agus dan merupakan warga Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, dilaporkan telah mentransfer uang sebesar Rp10 juta ke rekening pelaku. Penipuan ini bermula dari pesan WhatsApp dan panggilan telepon dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai Sekda Banyumas, menjanjikan bantuan pembangunan masjid.

Kasus ini bukan yang pertama kali terjadi, namun merupakan insiden pertama yang memakan korban jiwa. Sekda Agus Nur Hadie menegaskan akan melaporkan kejadian ini ke Polresta Banyumas, sembari mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya pengurus rumah ibadah, untuk selalu berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap tawaran bantuan mencurigakan.

Modus Operandi Pelaku Penipuan Bantuan Rumah Ibadah

Modus penipuan ini dimulai ketika korban menerima pesan melalui aplikasi WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang menggunakan foto profil Sekda Banyumas, Agus Nur Hadie. Pelaku memperkenalkan diri sebagai Sekda dan bahkan melakukan panggilan telepon untuk meyakinkan korban mengenai janji bantuan pembangunan tempat ibadah.

Setelah korban merasa yakin bahwa ia sedang berkomunikasi dengan Sekda Banyumas, pelaku kemudian meminta transfer sejumlah uang. Dalam kasus terbaru, pelaku meminta korban mentransfer uang sebesar Rp10 juta ke rekening yang diberikan, dengan dalih untuk kebutuhan panti asuhan sebagai syarat pencairan bantuan.

Sekda Agus Nur Hadie mengungkapkan bahwa kasus penipuan dengan modus serupa telah terjadi sekitar empat hingga lima kali sebelumnya, namun baru kali ini ada korban yang benar-benar mentransfer uang. Ia menambahkan, sebelumnya ada panitia pembangunan mushalla di Gumelar yang hampir tertipu dengan modus serupa, di mana pelaku menjanjikan bantuan Rp35 juta namun meminta transfer Rp10 juta terlebih dahulu.

Kronologi Korban Terperdaya

Korban penipuan, Agus Parsito, seorang takmir masjid di Purwokerto, mengaku "terhipnotis" oleh janji bantuan pembangunan masjid yang disampaikan oleh pelaku. Ia menjelaskan bahwa saat menerima kabar akan ada bantuan, ia merasa sangat senang dan tanpa ragu menuruti permintaan transfer tersebut.

Uang sebesar Rp10 juta yang ditransfer pada Sabtu (27/9) siang itu merupakan uang pribadi korban, karena uang kas masjid sedang kosong. Setelah menyadari bahwa ia telah menjadi korban penipuan, Agus Parsito segera mendatangi Sekretariat Daerah Banyumas, namun tidak dapat bertemu dengan Sekda karena hari Sabtu merupakan hari libur.

Sekda Agus Nur Hadie, setelah mendengar langsung cerita dari korban, menyatakan keprihatinannya. Ia berjanji akan membicarakan hal ini dengan Bupati Banyumas untuk mencari kemungkinan memberikan bantuan berupa uang kepada korban, meskipun tidak sebesar jumlah yang telah ditransfer ke rekening pelaku.

Imbauan dan Langkah Hukum Terkait Penipuan

Menanggapi maraknya modus penipuan ini, Sekda Banyumas Agus Nur Hadie mengimbau masyarakat luas, terutama takmir masjid dan panitia pembangunan tempat ibadah, untuk tidak mudah percaya tawaran bantuan yang mengatasnamakan dirinya. Ia menegaskan hanya memiliki satu nomor WhatsApp resmi dan meminta masyarakat untuk selalu melakukan konfirmasi jika menerima pesan mencurigakan.

"Saya hanya punya satu nomor WhatsApp, kalau ada pesan mencurigakan, jangan langsung direspons, bisa konfirmasi ke kecamatan, kepala desa, atau humas. Jangan sampai ada lagi takmir masjid yang tertipu," tegas Sekda Agus.

Kasus percobaan penipuan sebelumnya telah dilaporkan ke Polresta Banyumas, dan dari hasil penyelidikan, pelaku sempat terlacak berada di sebuah tempat persewaan komputer dekat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, namun berhasil kabur saat polisi tiba. Untuk kejadian kali ini, Sekda juga akan segera melaporkan ke Polresta Banyumas agar pelaku dapat segera ditangkap dan tidak ada lagi korban penipuan berkedok bantuan rumah ibadah.