Waspada! 5.914 Siswa Keracunan Massal MBG, Harus Segera Dicegah

Waspada! 5.914 Siswa Keracunan Massal MBG, Harus Segera Dicegah

SRAGEN - Kasus para siswa menjadi korban keracunan massal Makanan Bergizi Gratis (MBG) harus segera dicegah. Sebab, terhitung sampai Tanggal 27 September 2025, telah tercatat ada sebanyak 5.914 siswa penerima manfaat dari SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), yang menjadi korban keracunan.

Kasus keracunan massal MBG, terjadi di sejumlah daerah, termasuk di keracunan massal para siswa di SMA Negeri 2 Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Berkaitan ini, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, berahap, kasus keracunan MBG harus segera dicegah. Langkah pencegahan perlu dilakukan secara bersama, agar tidak terjadi kembali kasus keracunan susulan. Aparat Dinas Kesehatan, harus ikut tampil dilibatkan setidak-tidaknya menjadi tester untuk melakukan test food.

Test food artinya adalah sesi pencicipan dan evaluasi makanan, sebelum disajikan. Tujuannya, untuk menguji menu MBG sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah dan dikonsumsi para siswa. Sebagai tester, petugas test food dapat memberikan masukan ke pihak SPPG, tentang menu MBG yang safety dan tidak berdampak menimbulkan keracunan massal para siswa.

Pendapatan pucuk pimpinan institusi kepolisian di Wonogiri tersebut, disampaikan dalam rapat bersama yang digelar Sabtu (27/9/25) di Ruang Arjuna Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri. Dandim 0728 Letkol (Inf) Edi Ristriyono bersama jajaran Forkopimda serta pimpinan dinas instansi terkait, ikut hadir dalam rapat bersama tersebut.

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mengabarkan, juga hadir dalam rapat bersama tersebut, Plt Kepala DKK Wonogiri, Teguh Santosa beserta para Pimpinan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas se Kabupaten Wonogiri, perwakilan dari SPPG yang menangani kegiatan MBG.

Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo, menyatakan, ketika muncul kasus keracunan MBG, ada dua hal yang tidak bisa dihentikan, yaitu BGN (Badan Gizi Nasional) yang melapor dan orang tua yang melaporkan.​ Resiko ada di tangan petugas, relawan dan Kepala SPPG. Karena itu, perlu dilakukan langkah pencegahan bersama, agar kasus keracunan massal siswa tidak terjadi kembali.

Higienitas

SPPG adalah unit operasional dari program pemerintah MBG, yang bertugas menyediakan dan mendistribusikan makanan bergizi untuk para siswa. SPPG berfungsi sebagai dapur umum, yang mengelola proses produksi makanan, memastikan kualitas gizi dan higienitas, serta melakukan distribusi makanan ke sekolah-sekolah.

​Kata Kapolres, ini menjadi langkah pencegahan bersama, agar kasus keracunan massal para siswa tidak terjadi kembali. ”Resiko ada di tangan petugas, relawan, dan Kepala SPPG. Ketika ada kejadian, ada dua hal yang tidak bisa dihentikan, yaitu BGN (Badan Gizi Nasional) yang melapor dan orang tua yang melaporkan,” tegas Kapolres AKBP Wahyu Sulistuyo.

​Untuk menghindarkan kasus keracunan massal siswa agar tidak terulang, Polres dan Kodim Wonogiri bersinergi dengan dinas dan instansi terkait, untuk mengawal program MBG agar aman. Ini dilakukan, untuk menghindarkan terjadinya kembali kasus keracunan massal.

​​Senada dengan Kapolres, Dandim 0728/Wonogiri Letkol (Inf) Edi Ristriyono, juga memberikan penekanan sama dan memberikan masukan pentingnya dilakukan pengawasan serta peningkatakan kewaspadaan. “Kami ingatkan, kepada Kasatpel SPPG untuk selalu waspada dan teliti dalam bertugas. Jangan ada yang dikendalikan atau diintervensi oleh siapapun terkait hal negatif,” tegas Dandim Letkol (Inf) Edi Ristriyono sembari menambahkan agar SPPG menjalin komunikasi yang baik dengan tim kesehatan untuk memastikan program berjalan aman dan lancar.

​Sementara itu, Plt Kepala DKK Wonogiri, Teguh Santoso, menyatakan, rapat bersama ini merupakan upaya untuk mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya dalam penyediaan makanan. “Dengan kegiatan MBG, dapat meningkatkan derajat kesehatan di Kabupaten Wonogiri. Kami sudah mengimbau Puskesmas, untuk berkoordinasi dengan petugas SPPG,” jelasnya.

​Rapat tersebut, bertujuan untuk memberikan pembinaan dan pendampingan kepada para Kasatpel SPPG, agar mereka memiliki pengetahuan dan kemampuan, dalam mencegah masalah keamanan pangan. Dengan sinergi yang kuat antara Polri, TNI, dan Dinas Kesehatan, diharapkan pelaksanaan program nasional MBG di Kabupaten Wonogiri dapat berjalan sukses dan aman bagi seluruh penerima manfaat.