Warga Karanganyar Legok Semarang Masih Trauma Longsor Talut Pabrik Es Batu
Semarang – Duka warga Karanganyar Legok Semarang saat ini belum juga reda.
Setelah rumah mereka porak-poranda akibat longsor talut pabrik es batu, banjir bandang setinggi 1–2 meter kembali menghantam.
Kini, selain kerugian harta benda, trauma dan gangguan kesehatan membayangi warga terdampak.
Musrifah, 65, salah satu warga, masih syok saat mengenang air bah yang tiba-tiba menerjang. "Tiba-tiba rumah sudah penuh air,” tuturnya.
Ia mengaku waswas jika kejadian serupa terulang. Kini, warga hanya bisa berharap pulih dari trauma dan segera kembali menempati rumah yang layak.
“Pokoknya pengin tenang, sehat, dan nggak takut banjir lagi,” harap Musrifah.
Senada, Suparmi, 66, juga mengaku terus dihantui rasa takut. Tubuhnya kini sering terasa tidak enak.
"Trauma, was-was terus. Tahu-tahu rumah sudah kebanjiran. Rasane sudah tidak karuan," ungkapnya.
Kepala Puskesmas Candilama, Wahyoto, membenarkan banyak warga, terutama lansia, mulai mengeluh demam, pilek, hingga tensi darah naik. Karena secara psikis mereka terguncang.
"Trauma dan ketakutan bisa memicu tekanan darah tinggi. Ada juga yang mengeluh mriyang karena kelelahan dan terpaan dingin air," jelasnya.
Tim kesehatan, lanjutnya, sudah rutin memantau sejak hari pertama. Pemeriksaan menyasar lansia, anak-anak, bayi, hingga balita.
Dari data yang dihimpun, total ada 10 KK dengan 23 jiwa yang dievakuasi ke rumah kos yang tak jauh dari tempat longsor.