Tolak Paham Ekstrem, Ponpes Al Muttaqin Jepara Mantapkan Peran dalam Menjaga Keutuhan Bangsa
Jepara - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muttaqin yang berlokasi di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, menyatakan komitmen tegas dalam mendukung upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya dalam pencegahan paham radikalisme dan intoleransi di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Pengasuh Ponpes Al Muttaqin, KH Sartono Munadi, dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada awak media, Jumat (8/8/2025). Menurutnya, pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan keagamaan, namun juga sebagai benteng moral bangsa yang turut bertanggung jawab atas terwujudnya perdamaian dan harmoni sosial.
“Kami segenap pimpinan Pondok Pesantren Al Muttaqin, Kabupaten Jepara, menyatakan komitmen penuh dalam mendukung upaya pemeliharaan kamtibmas dan mencegah paham radikalisme maupun intoleransi,” ujar KH Sartono Munadi.
Ponpes Al Muttaqin dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang berlandaskan pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Dalam proses pembelajarannya, pesantren ini tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga menanamkan pentingnya semangat kebangsaan, toleransi, serta pemahaman Islam yang ramah dan damai.
“Santri-santri kami dibina agar memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, memahami ajaran agama Islam yang rahmatan lil ‘alamin, serta bersikap toleran terhadap keberagaman dan perbedaan yang ada di masyarakat,” lanjut KH Sartono.
Komitmen ini, kata KH Sartono, merupakan bentuk nyata dari tanggung jawab pesantren dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang sejalan dengan prinsip-prinsip kebangsaan dan kemanusiaan. Ia menekankan bahwa tidak ada ruang bagi ideologi kekerasan dan paham ekstrem di lingkungan pesantren.
Dalam kesempatan yang sama, KH Sartono dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya menolak segala bentuk paham dan tindakan yang mengarah pada radikalisme serta intoleransi. Menurutnya, paham-paham tersebut tidak hanya merusak tatanan sosial, namun juga menciderai nilai-nilai luhur Islam yang penuh kasih sayang dan kedamaian.
“Kami menolak keras segala bentuk tindakan dan ideologi yang mengarah pada radikalisme, apalagi yang mengatasnamakan agama untuk menyebarkan kebencian dan kekerasan,” tegasnya.
Pondok Pesantren Al Muttaqin juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, TNI, Polri, serta elemen masyarakat lainnya dalam menjaga stabilitas dan ketentraman lingkungan.
Sinergi ini, menurut KH Sartono, sangat penting dalam membangun kekuatan kolektif untuk mencegah penyebaran paham-paham menyimpang yang dapat mengancam keutuhan NKRI.
“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh elemen bangsa, termasuk aparat pemerintah dan aparat keamanan, dalam menjaga ketentraman dan kedamaian lingkungan kami,” imbuhnya.
Pernyataan ini dinilai penting di tengah upaya nasional dalam menangkal ideologi-ideologi menyimpang yang kerap menyusup ke tengah masyarakat, termasuk melalui saluran-saluran pendidikan. Sebagai lembaga keagamaan yang mengakar di tengah masyarakat, pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang religius, nasionalis, dan moderat.
Pernyataan dari Ponpes Al Muttaqin ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk aparat keamanan di wilayah Jepara. Kolaborasi yang erat antara pesantren dan aparat diyakini akan menjadi benteng kuat dalam menangkal ancaman ideologi radikal di akar rumput. (*)