Tokoh Purbalingga Kecam Aksi Anarkis dalam Demo May Day di Semarang

Tokoh Purbalingga Kecam Aksi Anarkis dalam Demo May Day di Semarang

SEMARANG - Aksi anarkis yang terjadi dalam demonstrasi hari buruh atau may day di Semarang, dikecam sejumlah tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Purbalingga. Sebab, Aksi anarkis tersebut mengganggu ketrentaman, ketertiban umum, maupun stabilias kemananan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purbalingga KH Nurkholis Masrur, Sabtu, 3 Mei 2024.

Dia mengungkapkan, mendukung unjuk rasa yang dilaksanakan secara damai sesuai ketentuan. Namun, mengecam unjuk rasa yang menimbulkan kerusuhan seperti yang terjadi di Semarang.

"Kami dari sangat mendukung adanya aksi demo untuk tujuan mengkritik kebijakan pemerintah yang mungkin kurang pro rakyat. Tetapi kami sangat mengecam jika demo yang itu dilakukan secara anarkis," ungkapnya.

Dia menjelaskan, demonstrasi yang dilakukan secara anarkis akan mengganggu ketentraman, ketertiban umum maupun stabilisasi keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Silakan berdemo dengan cara yang baik dan cara yang santun. Insya Allah tujuan dari demo akan tercapai dan didengar pemerintah," pungkasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purbalingga KH Roghib Abdurrahman, terpisah.

Dia menyesalkan adanya pihak yang tidak bertanggung jawab membuat kerusuhan saat demonstrasi peringatan Hari Buruh di Semarang.

"Kami sangat menyesalkan adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menyusup. Serta, menodai tujuan mulia dari penyampaian pendapat tersebut," ujarnya.

Dia mengapresiasi penyampaian aspirasi dengan baik, yang dilakukan oleh buruh, mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat lainnya. Karena, menurutnya ruang diskusi dan dialog masih sangat terbuka untuk menyampaikan aspirasi.