Tewas Dibacok di Kamar Kos, Juru Parkir di Semarang Barat Diduga Diserang Lima Orang

Tewas Dibacok di Kamar Kos, Juru Parkir di Semarang Barat Diduga Diserang Lima Orang

Semarang - Muhammad Danang Triyantoro, 30, warga Jalan Pamularsih, Bojongsalaman Semarang Barat tewas bersimbah darah.
Juru parkir ini tewas setelah dibacok-bacok orang di dalam kamar kos di Jalan Gedung Batu Utara I, Ngemplak Simongan, Semarang Barat, Sabtu (3/5/2025) sekitar pukul 01.00.
Informasi yang diperoleh, awalnya korban sempat terlibat keributan dengan sejumlah orang di kawasan perempatan Jalan Simongan sekitar pukul 00.50.
Kemudian korban lari menyelamatkan diri masuk ke sebuah rumah kos tidak jauh dari lokasi keributan awal.
Korban asal masuk ke kamar kos rumah tersebut yang ternyata ditempati perempuan diketahui berinisial AA, 13.
Merasa ketakutan, AA langsung keluar kamar dan mencari orangtuanya hingga keluar rumah.
Ternyata, korban masih dikejar oleh lima orang laki-laki mengarah masuk ke dalam rumah kos.
Tentu saja, AA tidak berani mendekat dan semakin ketakutan.
Ia llau meneruskan mencari orangtuanya.
Sedangkan para pelaku ini terus mencari keberadaan korban yang bersembunyi.
Bahkan sampai mengecek hingga ke atap rumah kos.
Akhirnya, korban ditemukan di kamar kos.
Kkorban langsung dibacok-bacok sampai berlumuran darah.
Selanjutnya, para pelaku kabur meninggalkan lokasi mengarah ke Jalan Pamularsih.
Setelah pelaku kabur, AA dan ayahnya, L, masuk ke kos.
Setelah dicek, korban ditemukan dalam kondisi sudah berlumuran darah di bagian kaki. Selanjutnya keduanya berteriak mencari bantuan warga sekitar.
Kejadian ini sontak membuat geger warga sekitar.
Selanjutnya dilaporkan ke Polsek Semarang Barat.
Pihak medis Ambulan Hebat yang mendapat laporan juga datang dan mengecek korban. Ternyata korban sudah tidak bernyawa.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena membenarkan adanya laporan kejadian tersebut.
Pihaknya menyebut, korban meninggal di TKP.
"Korban dilakukan otopsi dan hari ini dikembalikan kepada orangtuanya. Kita masih menunggu hasil otopsinya," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (3/5/2025).
Tim Inafis Polrestabes Semarang dipimpin Iptu Ariyanto juga mendatangi lokasi melakukan olah TKP.
Hasil pemeriksaan luar diketahui korban mengalami luka pada kaki sebelah kiri putus urat nadi yang diduga akibat sabetan senjata tajam.
Jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Semarang guna keperluan lebih lanjut.
"Memang ada luka-luka diduga akibat senjata tajam. Sementara kita masih memeriksa saksi-saksi," jelasnya.
Andika Dharma Sena mengakui telah mengantongi identitas para pelaku.
Sekarang masih dalam pengejaran anggota kepolisian.
"Identitas Insya Allah sudah terkantongi," katanya. (*)