Tawuran Remaja Putri di Semarang Viral, Ini Penjelasan Polisi soal Motifnya

Tawuran Remaja Putri di Semarang Viral, Ini Penjelasan Polisi soal Motifnya

SEMARANG - Viralnya aksi kedua kubu remaja putri yang tengah berseteru di wilayah Kota Semarang beberapa hari terakhir.

Membuat risau banyak pihak, bahkan mempertanyakan geliat para remaja 'kreak' yang beberapa tahun terakhir jadi fenomena di Semarang.

Menurut pengakuan Kasar Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena menyatakan kejadian tawuran tersebut terjadi dini hari pada hari Minggu (18/5).

Diketahui, lokasi terjadinya aksi tawuran antar remaja putri ini berada di Jl. Kokrosono Raya, Kelurahan Panggung Lor, Kecamatan Semarang Utara.

Kedua belah pihak saling serang dengan brutal, bahkan salah satu pelaku nampak membawa senjata tajam jenis corbek, sejenis celurit yang didesain khusus.

Masing-masing pihak, berjumlah tiga orang remaja perempuan dengan keseluruhan total enam orang terlihat saling adu jambak dan serang hingga ke area jalanan.

Mirisnya, di tengah pertikaian, banyak pula remaja lelaki yang menonton perseteruan tersebut sambil asyik merekam para remaja putri saling serang.

Video berdurasi pendek tersebut akhirnya viral dan menggegerkan khalayak di sosial media bahkan hingga ke ranah nasional.

Polisi kini telah mengantongi nama-nama dari para remaja perempuan yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut (20/5).

Diantara para remaja putri yang terlibat adalah; C.V.B.S (18) warga Ngaliyan, A.P.S (19) warga Gajahmungkur, dan W.S (15) warga Ngaliyan.

Sedangkan, salah satu remaja lelaki bernama D.P (15) juga turut diamankan sebab ia berada di lokasi kejadian dan membawa sebuah senjata tajam jenis celurit berwarna kuning.

Aksi tawuran ini merupakan sebuah kesepakatan antar kedua kelompok gangster yang memang disinyalir telah direncanakan sebelumnya.