Soal Penemuan Mayat, Kapolres Rembang: Belum Ada Tanda-Tanda Dibunuh

Soal Penemuan Mayat, Kapolres Rembang: Belum Ada Tanda-Tanda Dibunuh

Rembang - Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Rembang AKBP Dhanang Bagus Anggoro menegaskan, hingga kini belum ada indikasi bahwa wanita yang di temukan tewas dan mengambang di pantai Tasikagung, Rembang Kota, menjadi korban pembunuhan.

Jika hasil visum oleh tim medis RSUD dr Soetrasno menyebut tangan kiri korban mengalami patah dan ada memar di tubuh, itu bukan polisi yang ngomong, tapi tim medis yang melakukan visum.

"Belum. Dari hasil penyelidikan awal yang kita lakukan, belum ditemukan adanya indikasi bahwa wanita itu menjadi korban pembunuhan. Namun demikian, kami akan terus bergerak mengumpulkan data dan keterangan sembari menunggu hasil otopsi dari laboratorium Forensik Polda Jateng," terang Dhanang Bagus Anggoro, saat dikonfirmasi RMOLjateng, Selasa (12/08) pagi.

Berita sebelumnya dapat dibaca pada tautan berikut:

Gegerkan Warga, Mayat Perempuan Berseragam ASN Di Pantai Tasikagung Rembang

Kasus Mayat di Tasikagung, Polisi Bakal Otopsi Tubuh Korban

Dhanang mengatakan, hasil otopsi dari Laboratorium Forensik Polda biasanya akan turun sekitar 12 hari. Selain bukti dan keterangan yang di kumpulkan, hasil Laboratorium Forensik Polda akan dijadikan data dukung untuk.mengungkap kasus tersebut.

Sementara itu, setelah usai di lakukan otopsi di RSUD dr Soetrasno Rembang, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Mangunlegi, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, untuk dimakamkan. Dan sekitar pukul 23.00 WIB, Senin tadi malam, pemakaman baru selesai.

Seperti diberitakan, jenazah Jihan Ratika Dewi, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Rembang ditemukan tewas mengambang di pantai Desa Tasikagung, Rembang Kota, sekitar pukul 09.30 WIB, Senin (11/08). Saat ditemukan korban masih mengenakan pakaian seragam warna khaki.

Menurut informasi yang diperoleh aparat kepolisian dari teman korban, usai apel pagi, korban yang saat itu sudah di meja ruang kerjanya mendapat telepon dari seseorang. Setelah itu korban keluar. Mungkin sesuai perintah penelpon. HP, dompet dan tas milik korban ditinggal di meja kerja. Sayangnya di kantor DPKP tidak ada CCTV. Sehingga tidak diketahui, yang bersangkutan dijemput apa bagaimana tidak ada rekaman.

Namun, petugas mendapat gambar rekaman CCTV dari bundaran Adipura depan gedung DPRD, sekitar pukul 08.10 WIB korban berjalan kaki ke arah barat.

Kemudian sekitar pukul 09.30 mayat korban di temukan oleh seorang pemancing di pantai Tasikagung. Indentitas Jihan di ketahui, setelah suami korban Toriq Dwi Prayuda yang juga perangkat Kelurahan Tanjungsari, Rembang, melihat jasad korban di RSUD dr Soetrasno.