Sinergi Polri dan Petani, Sespimmen 65 Dorong Produksi Jagung Nasional dari Bojonegoro
Bojonegoro - Dalam rangka mendukung program nasional ASTA CITA Ketahanan Pangan yang menjadi salah satu prioritas Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, peserta didik Sespimmen Polri Angkatan ke-65 Gelombang I TA 2025 menggelar kegiatan Bakti Sosial dan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Selasa (3/6/2025)
Fokus kegiatan kali ini adalah pada penguatan produktivitas jagung, yang merupakan komoditas unggulan di wilayah Bojonegoro. Dalam aksi nyata tersebut, para calon perwira menengah Polri menyerahkan bantuan berupa 100 kilogram benih jagung dalam kemasan 100 sak @1 kg, serta 500 kilogram pupuk (10 sak @50 kg) kepada Kelompok Tani Mekar Sari, sebagai simbol dukungan terhadap keberlangsungan produksi pangan lokal.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya dalam konteks keamanan, tapi juga sebagai bagian dari solusi atas tantangan ketahanan pangan nasional,” ujar Kompol David Manurung, salah satu perwakilan peserta didik Sespimmen, saat memberikan sambutan di lokasi acara, Senin (2/6/2025).
Menurut David, kegiatan ini merupakan bentuk nyata implementasi visi ASTA CITA dari Kapolri yang juga sejalan dengan program ketahanan pangan nasional Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut bahwa kegiatan serupa akan terus dilanjutkan oleh para lulusan Sespimmen di daerah penugasannya masing-masing.
Dukungan dari Pemerintah Daerah
Kegiatan ini mendapat apresiasi penuh dari pemerintah daerah. Camat Trucuk, Drs. Saad Mujaddid, M.Ap., yang hadir langsung dalam acara tersebut, mengungkapkan rasa terima kasih dan bangga atas perhatian Polri terhadap petani lokal.
“Kami mengapresiasi tinggi langkah para peserta didik Sespimmen ini. Mereka tidak hanya datang membawa bantuan, tapi juga semangat dan harapan baru bagi masyarakat tani di Trucuk. Ini bentuk kepedulian nyata dari Polri yang patut dicontoh,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Desa Trucuk, Sunoko, S.Sos., mengajak agar kolaborasi semacam ini bisa berkelanjutan, tidak hanya berhenti pada penyerahan bantuan. Ia menekankan pentingnya pendampingan jangka panjang untuk memberdayakan petani secara mandiri.
“Petani kami butuh dukungan seperti ini, bukan hanya materi, tetapi juga pembinaan. Harapan kami, ke depan ada kerja sama yang bisa membuat petani Trucuk naik kelas,” ujar Sunoko.
Hadirnya Pejabat Tinggi Polri dan Sinergi Lintas Sektor
Acara turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi Polri dan perwakilan TNI serta instansi pemerintah daerah. Hadir antara lain Brigjen Pol Drs. Herman Sikumbang, M.M., Kombes Pol Budi Purwatiningsih, S.E., M.H., dan Kombes Pol Erwin Wijaya Siahaan, S.I.K., M.H.
Dalam sambutannya, Brigjen Pol Herman Sikumbang menekankan bahwa Polri memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam berbagai sektor strategis bangsa.
“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Maka peran Polri tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tapi juga ikut membangun fondasi kesejahteraan masyarakat. Ini adalah wujud nyata sinergi TNI-Polri dan masyarakat demi kedaulatan pangan Indonesia,” tegasnya.
Tidak Sekadar Seremonial
Kegiatan bakti sosial ini bukan semata acara seremonial. Dalam rangkaian kegiatan KKP tersebut, para peserta Sespimmen juga melaksanakan studi kepustakaan, diskusi tematik kelompok, serta pengabdian masyarakat berbasis lokalitas, yang mencakup bidang budaya, seni, dan pariwisata di Desa Trucuk. Hal ini menunjukkan pendekatan holistik dari program Sespimmen dalam membentuk pemimpin Polri masa depan yang adaptif dan solutif.
Acara berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan, diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, sambutan perwakilan Polri dan pemerintah desa, serta penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan Kelompok Tani Mekar Sari.
Kegiatan ini menegaskan bahwa Polri, melalui pendidikan Sespimmen, sedang membangun fondasi kepemimpinan yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pengabdian pada masyarakat. (*)