Sinergi Pokdar Kamtibmas–Polres Semarang, Fokus Edukasi Antisipasi Tawuran & Kreak
SEMARANG - Untuk menekan kasus tawuran pelajar, kreak, premanisme, dan kejahatan lainnya di Kabupaten Semarang dibutuhkan peran aktif semua pihak.
Kapolres Semarang AKBP Ratna Qurrotul Ainy meminta Kelompok Sadar Keamanan Ketertiban Masyarakat (Pokdar Kamtibmas) Kabupaten Semarang bersinergi dengan berbagai pihak termasuk Polri dan TNI.
Hal itu ditegaskan AKBP Ratna saat Sarasehan FKPM Kelompok Sadar Kamtibmas Kabupaten Semarang dengan Polres Semarang di Kedai Kopi Masdro (Pingli) Ungaran Barat, Jumat (11/7).
''Saya berharap semua pihak mengawasi para remaja dan anak-anak kita generasi bangsa. Pokdar Kamtibmas ini adalah wadah yang menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Saat awal saya bertugas di sini, banyak kreak. Alhamdulillah melalui berbagai upaya, kini sudah dapat ditekan,'' tandas Kapolres.
Menurut dia, perhatian kepada anak-anak sangat penting. Usia remaja yang dalam pencarian jatidiri terkadang terjerumus pada hal-hal yang tidak baik.
''Kami juga punya polisi RW. Jika ada laporan warga, kami respons cepat. Juga ada nomor penting 110. Jika laporan melalui 110 lambat, laporkan ke saya,'' jelasnya.
Dalam sarasehan itu dihadiri Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Kajari Kabupaten Semarang Ismail Fahmi, Perwakilan Ketua PN Raden Satya Adi, Ketua Pokdar Kamtibmas Kabupaten Semarang Much Chlizin beserta jajaran pengurus, serta tokoh masyarakat.
Ketua Pokdar Kamtibmas Much Chlizin menjelaskan, tujuan pembentukan Pokdar tersebut untuk antisipasi dan memberi edukasi agar memiliki kesadaran dan pengetahuan hukum yang baik.
''Banyak remaja atau anak-anak menjadi korban karena tak mengetahui hukum. Saat ini yang menjadi tantangan berat adalah ponsel. Salah pencet bisa jadi masalah,'' tegasnya.
Pihaknya menegaskan, siap berkolaborasi dengan Polri, TNI, dan semua pihak dalam rangka membuat kondusivitas Kabupaten Semarang. Dikatakan, di negara maju pejabat sadar hukum.
''Meski jenderal ditegur kopral gak masalah. Jika jenderal salah, dia mengakui kesalahannya,'' tegas Much Chlizin yang menyatakan akan membentuk Pokdar Kamtibmas hingga tingkat kecamatan.
Kajari Ismail Fahmi menyatakan siap mendukung Pokdar Kamtibmaas. Menurutnya, pembangunan dan investasi tidak akan berjalan jika daerah tidak kondusif.
''Kelompok masyarakat ini bisa menekan kriminalitas. Dengan demikian, over kapasitas di LP pun bisa dikendalikan,'' ucapnya.