Sering Kebanjiran, Warga Dinar Indah Semarang Minta Relokasi ke Pemkot

Sering Kebanjiran, Warga Dinar Indah Semarang Minta Relokasi ke Pemkot

SEMARANG - Warga Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, hanya bisa pasrah ketika air sungai perlahan masuk ke saluran got, lalu meluap ke rumah-rumah mereka, Sabtu (17/5/2025) malam.

Banjir yang berulang setiap hujan deras turun itu membuat mereka pasrah.

Mereka hanya berharap, Pemkot Semarang segera melakukan relokasi agar warga tak menderita terus.

Banjir Semarang di kawasan perumahan ini mulai menggenangi rumah warga sampai pukul 22.00 WIB.

Namun, peristiwa itu meninggalkan pekerjaan rumah yang cukup banyak.

Barang yang rusak, lumpur yang masuk teras, pintu air yang mampet akibat sampah kiriman dari sungai, ataupun sampah rumah tangga yang terbawa.

"Habis Maghrib itu air sudah mulai masuk. Belasan rumah kena," ujar Fajar, Ketua RT 06 RW 26, yang tinggal di Blok 7 Dinar Indah, setelah membersihkan pintu air, Minggu (18/5/2025).

Menurutnya, air mulai surut setelah sekitar empat jam menggenangi permukiman

Tapi, kerusakan sudah terlanjur terjadi.

Berharap Relokasi

Dinar Indah bukan baru sekali kebanjiran. Hampir tiap tahun air datang tanpa permisi.

Puncaknya, banjir pada 2023 bahkan mencapai ketinggian dua meter.

"Kalau banjir tinggi itu ya sudah, perabotan rusak. Yang jelas bikin capek, tenaga dan pikiran juga habis," kata Fajar.

Lumpur yang terbawa air banjir juga menjadi masalah lain.

Selain membuat jalanan licin, terkadang lumpur ikut masuk ke dalam rumah.