Rumah Kos Tembalang Disatroni Curanmor, Motor Honda Beat Mahasiswa Raib

Rumah Kos Tembalang Disatroni Curanmor, Motor Honda Beat Mahasiswa Raib

SEMARANG - Rumah kos di Semarang semakin menjadi incaran pelaku kejahatan pencurian sepeda motor (Curanmor). Kasus terbaru di sebuah rumah kos di wilayah Kecamatan Tembalang.

Lokasi kejadian persisnya rumah kos di Gondang Timur II, Bulusan, Kecamatan Tembalang, Selasa (22/7/2025).

Pelaku berhasil mencuri sepeda motor Honda Beat H 5655 AFW, milik korban bernama Sembiring.

Korban merupakan merupakan mahasiswa semester sembilan di perguruan tinggi yang ada diwilayah Tembalang, warga asal Sumatera Utara.

Sembiring mengungkapkan, awal mengetahui kejadian ini setelah keluar dari kamar untuk berangkat kuliah, sekitar pukul 11.00. Namun, motor yang akan digunakan kuliah ini sudah raib dicuri orang tak dikenal.

"Untuk jam nya (kejadian) kurang tau, karena sekitar pukul jam 1 malam masih ada di kos. Tapi jam 11 siang saya ingin berangkat ke kampus dan saya menyadari motor saya sudah tidak ada di parkiran kos," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (23/7/2025).

Menurutnya, sebelum motor tersebut hilang sempat melihat masih di tempat parkir pukul 21.00.

Saat masuk ke dalam rumah kos, juga tidak ada sesuatu mencurigakan dilingkungan sekitar termasuk di dalam rumah kos.

"Terakhir saya balik kos jam 9 malem saya bonceng temen saya, motor masih ada di parkiran kos, sesampainya di kos saya tidak keluar lagi," jelasnya.

Mendapat hal tersebut, Sembiring sempat mencari ke lingkungan sekitar kos. Namun belum membuahkan hasil.

"Kebetulan tidak ada CCTV di kos, dan bisanya aman-aman saja, baru kali ini kejadian. Tidak kunci stang, tapi parkir rada di dalem kos mas, dan banyak motor lain juga," bebernya.

Merasa telah menjadi korban aksi curanmor, Sembiring langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Tembalang.

Pihaknya berharap, kepolisian menindaklanjuti pelaporan ini dan motor kesayangan dapat kembali.

Berikut kejadian kasus Curanmor di Kota Semarang dan modusnya. Belum genap di bulan Juli 2025, aksi curanmor sudah terjadi enam kasus, atau tujuh kasus dalam terbaru ini.

Selain kasus diatas, lokasi kejadian di area parkiran kampus di Kecamatan Gunungpati, Rabu (16/7/2025) pukul 17.40. Satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam H 6838 ZI dicuri orang tak dikenal.

Aksi curanmor ini terekam kamera cctv. Penggalan rekaman cctv tersebut, terlihat pelaku sendirian mengenakan jaket, tas punggung dan helm warna hijau.

Aksinya juga tergolong cepat. Awalnya pelaku sempat mondar-mandir mengawasi lingkungan sekitar. Kemudian pelaku mendekati sasaran dan berhasil membawa kabur motor tidak sampai satu menit.

Lokasi berikutnya di wilayah di rumah kos di Srikaton Timur, Purwoyoso Kecamatan Ngaliyan. Motor yang dicuri adalah Honda Vario 125 warna merah kombinasi hitam, AA 2549 AJD.

Kemudian di motor trail Yamaha WR, warna hitam blaster kombinasi hijau. Hilang disebuah rumah di Jalan Pulosari IV, Kelurahan Genuk, Kecamatan Genuk, persisnya belakang kantor Kecamatan, Kamis (17/7/2025) sekitar pukul 03.25.

Rekaman cctv, pelaku terlihat dua orang. Satu pelaku mengendarai motor dan satu pelaku lainya mendorong motor hasil curian. Padahal motor tersebut dalam kondisi ban belakang kempes.

Selain itu, kasus curanmor di rumah kos di belakang PT Djarum, Kota Semarang, Rabu (16/7/2025) sekitar pukul 03.00. sasaran motor yang dicuri Honda Vario warna putih kombinasi hitam, R 5328 SM.

Kemudian, Honda Supra bernopol H 4669 UR. Hilang dicuri orang tak dikenal di Jalan Agung Dalam, Kecamatan Gajahmungkur, Selasa (8/7/2025) sekitar pukul 18.30.

Sementara kasus terbaru, diwilayah Karanganyar, Kecamatan Tugu, Minggu (20/7/2025) sekitar pukul 01.15. Pelaku berhasil membawa kabur motor Yamaha Gear bernopol H 3416 BRE.

Motor tersebut milik korban bernama Teguh, warga Bates, Sriwulan, Sayung, Kabupaten Demak. Korban tak lain adalah bekerja sebagai ojek online.

Menurut korban, kejadian bermula saat berada di sebuah warung sekitar depan perusahan Polytron, Sayung, Demak, sekitar pukul 12.00.

Kemudian, korban mendapat pelanggan seorang pria yang kebetulan juga berada disekitaran warung.

"Saya dikasih tau istri saya dari penjual es. Bilang pada isteri saya, bojomu gelem ngeterke kae (terduga pelaku) ke Terboyo," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (21/7/2025).

"Terus isteri (bilang) ke saya, yowes to jenenge rejeki mosok ditolak. Terus saya nganter itu," sambungnya.

Teguh mengaku, tidak menggunakan aplikasi saat mengantar pria tak dikenal ini. Setelah menyanggupi, Teguh juga mengaku belum menerima ongkos.

"Ndak bilang ongkosnya berapa gak bilang. Bilangnya nanti pulang pergi (PP) (bayar) mas," jelasnya.

Selama perjalanan, Teguh tidak mengobrol banyak dengan pria yang diboncengkan. Setelah sampai sekitaran Terboyo, pria tersebut justru malah minta diantar ke Mangkang.

Tak menaruh curiga, korban pun menyanggupi dan melanjut perjalanan. Namun belum sampai wilayah Mangkang, pria ini meminta berhenti sejenak ketika sampai wilayah Karanganyar Tugu.

"Katanya mau cari temannya. Saya berhenti, jalan kaki sama dia, ke gudang kosong, tepi jalan raya. Terus kembali, katanya temennya tidak ada," jelasnya.

Perjalanan dilanjutkan kembali. Namun beberapa meter, kembali diajak berhenti di sebuah konter tidak jauh dari pemberhentian sebelumya.

"Terus saya duduk di kursi, dia salaman sama orang di konter, pikir saya sudah kenal. Kelihatanya orangnya sok kenal, ngajak salaman," katanya.

Sekitaran 10 menit kemudian, pria ini meminjam motor korban, namun tidak menjelaskan tujuannya. Korban pun, mengaku tidak banyak kata dan memberikan kunci sepeda motor ke pria tersebut.

"Itu dia pergi arah Semarang. Sekitaran setengah jam, saya baru nyadar. Saya nanya sama orang konter, kenal wong mau rak mas?. Kenal mas, mrene pisan tok bulan Mei ngedol HP," katanya menirukan orang di konter.

Setelah sekian menunggu, korban semakin gelisah penumpang yang membawa motornya tidak kunjung kembali. Selanjutnya, korban menyampaikan ke rekan-rekan Ojol melalui pesan WhatsApp (WA).

"Terus saya laporan ke Polsek Tugu, sudah diproses (pelaporan). Ya semoga cepat ditemukan," harapnya.