RS Bhayangkara Solo Layani BPJS, Pasien Bisa Naik Kelas Tanpa Biaya Tambahan

RS Bhayangkara Solo Layani BPJS, Pasien Bisa Naik Kelas Tanpa Biaya Tambahan

SOLO - Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat IV Solo terus mendorong pemanfaatan layanan kesehatannya oleh masyarakat.

Meski sudah dua tahun beroperasi dengan fasilitas lengkap dan dokter spesialis yang memadai, tingkat keterisian ruang rawat inap masih rendah, hanya sekitar 40 persen dari kapasitas.

Padahal, rumah sakit ini telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan kini memberikan terobosan menarik bagi pasien.

Peserta BPJS yang dirujuk ke RS Bhayangkara bisa mendapat layanan rawat inap kelas 2 atau bahkan kelas 1 tanpa dikenai biaya tambahan, meski secara regulasi hanya ditanggung di kelas 3.

“Ini bentuk inisiatif kami agar masyarakat mendapat pelayanan lebih nyaman tanpa tambahan beban biaya,” ujar Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol Agustinus, saat acara Bakti Kesehatan di RS Bhayangkara Solo, Senin (16/6/2025).

Agustinus menjelaskan, fasilitas dan layanan rumah sakit ini sudah melebihi standar rumah sakit tingkat IV. Selain IGD 24 jam, laboratorium, dan ruang rawat inap baru, RS Bhayangkara memiliki lebih dari 20 dokter spesialis, termasuk saraf, kulit, THT, forensik, psikiatri, dan lainnya.

“Kami sudah siap menangani pasien stroke, gangguan saraf, hingga kasus rujukan lainnya. Tapi memang masih banyak masyarakat yang belum tahu layanan ini bisa diakses dengan BPJS,” jelasnya.

RS Bhayangkara Solo kini juga berstatus sebagai rumah sakit rujukan, sehingga bisa menerima pasien dari puskesmas, poliklinik swasta, maupun klinik milik institusi pemerintah.

Namun demikian, antusiasme pasien BPJS masih belum seperti yang diharapkan.

Dalam kegiatan Bakti Kesehatan yang digelar bersamaan, masyarakat dilayani dengan pengobatan umum, pemeriksaan laboratorium, screening TBC, pemeriksaan gigi, konsultasi stunting, donor darah, hingga sunatan massal. Kegiatan ini juga menjadi media promosi rumah sakit agar lebih dikenal luas.

“RS Bhayangkara ini terbuka untuk masyarakat umum. Kami ingin memperkuat peran Polri bukan hanya dalam penegakan hukum, tapi juga pelayanan kesehatan masyarakat,” tegas Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.