Resahkan Knalpot Brong, Warga Sampaikan Keluhan ke Kapolres Purbalingga

Resahkan Knalpot Brong, Warga Sampaikan Keluhan ke Kapolres Purbalingga

PURBALINGGA — Pertemuan dan diskusi dengan Kapolres Purbalingga AKBP Achmad Akbar seusai salat Jumat di Masjid Baitul Muttaqin, Desa/Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (2/5/2025), dimanfaatkan Nurdin menyampaikan keluhan untuk mendapat solusi.

Nurdin mengaku terganggu dengan motor berknalpot brong dan meminta agar penindakan ditingkatkan.

"Rumah saya di pinggir jalan jadi terkadang ada kendaraan berknalpot brong yang melintas, baik siang ataupun malam hari, itu cukup mengganggu," katanya.

Mendengar keluhan tersebut, Kapolres Purbalingga menegaskan, penindakan pengendara motor berknalpot brong terus dilakukan.

Pihaknya juga pernah mendatangi siswa strata dua dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian untuk meneliti terkait fenomena knalpot brong.

Namun demikian, menurutnya, edukasi adalah salah satu upaya paling tepat mencegah penggunaan knalpot tak standar itu.

Hal ini karena di Kabupaten Purbalingga merupakan pusat industri knalpot yang perlu diperhatikan juga keberlangsungannya.

"Kami, dari polres, terpaksa menyimpulkan, upaya paling tepat dalam penggunaan knalpot brong di Kabupaten Purbalingga adalah dalam bentuk edukatif terlebih dahulu," katanya, sebagaimana dikutip dari pernyataan tertulis, Jumat.

Dalam kesempatan itu, Akbar juga mengajak jemaah untuk terus berkolaborasi mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kejobong.

Safari Jumat menjadi satu di antara cara Kapolres Purbalingga menyerap aspirasi warga.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Baitul Muttaqin Wahyudin menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kegiatan Safari Jumat di Kejobong.

Menurutnya, lewat kegiatan ini, masyarakat bisa berkomunikasi langsung dengan polres tanpa takut.

"Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolres Purbalingga dan jajaran yang telah melaksanakan Safari Jumat di Masjid Baitul Muttaqin Kejobong," ucapnya.