Ratusan Pebulu Tangkis Meriahkan Kejurkot Kapolresta Malang Kota Open 2025
Malang - Sebanyak 400 atlet dari berbagai klub bulutangkis di Kota Malang mengikuti Kejurkot Kapolresta Malang Kota Open 2025. Ajang ini mempertandingkan berbagai kelas usia, termasuk kategori veteran. Ajang ini resmi dibuka di Malang Badminton Arena (MBA), Selasa (28/5/2025).
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono melalui Kasihumas Ipda Yudi Risdiyanto mengatakan, kejuaraan ini tak hanya menjadi panggung kompetisi semata, namun juga menjadi ajang pembibitan atlet potensial sejak usia dini.
“Kejurkot ini bisa terlaksana dari hasil kolaborasi positif antara Polresta dan PBSI Kota Malang sebagai wujud komitmen kami dalam menjaring atlet muda berbakat,” jelas Ipda Yudi.
Menurut Yudi, ajang Kejurkot ini tidak hanya menjadi wadah bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan dan mental bertanding secara sportif, tetapi juga sebagai sarana menanamkan pentingnya hidup sehat dan aktif di kalangan masyarakat luas.
“Kami berharap, melalui kejuaraan ini, para atlet muda Kota Malang semakin siap bersaing di level yang lebih tinggi. Ini adalah bagian dari kampanye jangka panjang kami dalam membangun generasi sehat dan tangguh,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum PBSI Kota Malang, Heri Mursid Brotosejati, mengungkapkan bahwa Kejurkot Kapolresta Malang Kota Open 2025, digelar selama empat hari, mulai tanggal 27 hingga 30 Mei 2025.
“Kejurkot difokuskan pada pembibitan dan pembinaan atlet sejak usia dini, sebagai langkah strategis mempersiapkan Kota Malang menjadi kekuatan baru dalam dunia bulu tangkis Jawa Timur dan Nasional,” ujarnya.
Heri menyebut, ajang ini untuk menjaring dan membina atlet-atlet muda. Pihaknya juga membuka kelas veteran sebagai bagian dari kampanye budaya hidup sehat.
“Tahun ini kami punya tanggung jawab besar karena juga menjadi tuan rumah Porprov IX Jatim 2025, jadi pembinaan atlet lokal harus maksimal,” jelas Heri.
Ia juga menekankan bahwa pembibitan atlet ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas klub-klub bulu tangkis lokal di Malang. Sebab, persaingan di tingkat provinsi saat ini sangat ketat, terlebih banyak atlet dari daerah lain yang bergabung ke klub besar nasional seperti PB Djarum.
“Memang tidak mudah bersaing dengan klub-klub besar. Tapi melihat komposisi pemain kami, terutama di nomor ganda putra, kami cukup optimis bisa menembus empat besar dan bahkan merebut medali terbaik,” ungkapnya.
“Kita dulu punya banyak atlet nasional dari Malang yang mewakili Indonesia di ajang dunia. Melalui kejuaraan ini, kami berharap akan lahir kembali nama-nama besar dari Kota Malang yang bisa bersaing di level nasional dan internasional,” imbuhnya.