Puluhan Aktivis di Magelang Gelar Aksi Kamisan, Bagikan Sayuran untuk Warga
MAGELANG – Sore di Alun-alun Kota Magelang pada Kamis (4/9), tampak berbeda. Sekitar 40 orang berkumpul di depan tulisan Magelang. Mereka membawa kantong-kantong plastik berisi sayur-mayur untuk dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas.
Mereka juga membawa atribut berupa banner bertuliskan 'Pendidikan Gratis Hal Mistis', lalu '#Tolak RUU TNI', dan lainnya. Suasana sore itu bukan sekadar kegiatan sosial biasa. Aksi tersebut adalah bagian dari 'Kamisan', sebuah aksi kolektif yang digagas oleh Aliansi Magelang Memanggil, sebuah aliansi mahasiswa dan komunitas pegiat sosial di Magelang Raya.
Meski sempat molor dari jadwal karena terkendala pengemasan sayuran, aksi akhirnya dimulai sekitar pukul 17.30. Suasana lalu lintas yang ramai menjelang malam justru menambah riuh kegiatan. Warga yang sedang melintas tampak terkejut ketika menerima bingkisan sayur gratis dari para aktivis.
Koordinator Umum Aliansi Magelang Memanggil Achmad Rizky Airlangga menjelaskan, aksi Kamisan ini bukan sekadar berbagi sayur. Melainkan juga sebagai bentuk peringatan dan duka atas jatuhnya korban dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu di berbagai daerah di Indonesia.
Tidak hanya itu, aksi tersebut juga sebagai bentuk duka cita terhadap korban-korban yang direnggut nyawanya oleh negara. "Jadi, esensinya selain berbagi sayur, nanti juga ada diskusi soal pelanggaran HAM di negara kita," ujarnya di sela aksi.
Rangga menambahkan, aksi Kamisan di Kota Magelang ini merupakan kelanjutan dari gelombang aksi besar pada Jumat (29/8) dan Senin (1/9) lalu, yang di sejumlah daerah berakhir ricuh hingga menimbulkan korban jiwa. "Kami ingin mengingat mereka yang gugur, sekaligus menunjukkan bahwa isu HAM tidak boleh dilupakan," imbuhnya.
Dia menjelaskan, sayuran yang dibagikan sore itu diperoleh dari hasil donasi. Aliansi kemudian membelanjakan donasi tersebut dalam bentuk kebutuhan pangan agar bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Adapun satu kantong berisi kubis, tomat, dan lainnya
Rangga menyebut, total ada sekitar 40 orang yang ikut aksi ini. "Kami tadi agak terkendala mengemas sayur, makanya agak sore mulainya. Tapi tetap kami jalankan karena bagi kami ini bagian dari perjuangan," katanya yang merupakan Ketua BEM Untidar.
Selain pembagian sayur, massa aksi juga menggelar doa bersama di depan ikon Kota Magelang. Mereka berdoa khusus untuk korban yang meninggal dunia akibat kekerasan negara dalam aksi-aksi sebelumnya. Suasana berubah hening ketika doa dilantunkan, kontras dengan hiruk-pikuk alun-alun pada jam sibuk sore hari.
Seiring gelap turun, para aktivis menutup aksi dengan obrolan santai seputar isu sosial dan HAM. Bagi mereka, Kamisan bukan hanya ritual mingguan, melainkan ruang untuk menjaga ingatan kolektif sekaligus solidaritas.