Polrestabes Semarang Tetapkan Juli sebagai Bulan Darurat Curanmor dengan 11 Laporan

Polrestabes Semarang Tetapkan Juli sebagai Bulan Darurat Curanmor dengan 11 Laporan

Semarang - Masyarakat hendaknya selalu berhati-hati saat memarkir sepeda motor.

Sebab, pelaku kejahatan pencurian sasaran kendaraan sepeda motor semakin merajalela di Kota Semarang.

Kasus terbaru, sepeda motor Yamaha Nmax bernopol Z 4258 IG, hilang dicuri orang tak dikenal saat parkir di depan rumah kos di Jalan Cempaka Timur, Sekaran Kecamatan Gunungpati, Rabu (30/7/2025).

Motor tersebut milik Andria, 25, mahasiswa semester 12 warga asal Tasikmalaya. Pria ini mengaku, mengetahui motor tersebut hilang saat akan dimasukan ke dalam rumah kos, 02.30.

"Awalnya saya pulang kos dari cari makan, parkir di teras rumah sekitar pukul 20.00. Belum saya masukan karena saya mau keluar lagi jam 21.00," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (30/7/2025).

"Motor tidak saya kunci setang, cuma saya tutup rumah kunci (motor) karena niatan saya mau saya pakai lagi," jelasnya.

Lanjutnya mengatakan, jam 21.00 tersebut Andria tak jadi keluar kos dan masih berada di dalam kamar.

Namun, alangkah terkejut ketika keluar dan melihat motor kesayangannya sudah tidak ada di teras rumah kos, Rabu (30/7/2025) sekitar pukul 02.30.

"Pas saya mau masukkan ke dalam parkiran kos, motor sudah tidak. Saya cari disekitaran juga gak ada, CCTV belum ada," katanya.

Merasa telah menjadi korban pencurian motor, Andria melaporkan kejadian ini ke Polsek Gunungpati. Menurutnya, baru kali ini rumah kos tersebut menjadi sasaran aksi curanmor.

Selain dilokasi tersebut, aksi curanmor juga terjadi di daerah Barito, Semarang Timur. Korban mengalami kerugian Honda Kharisma 125.

Berikutnya, di Jalan Ngablak Muktiharjo, sepeda motor Honda Scoopy hilang dicuri orang tak dikenal. Kemudian Honda Beat H 4974 JX, hilang dicuri, Minggu (27/7/2025) sekitar pukul 15.40.

Kasus curanmor ini, sebelumya masih selama bulan Juli 2025 tercatat ada tujuh kasus diberbagai di wilayah di Kota Semarang. Sedangkan bulan Juni 2025, telah terjadi sembilan kasus.