Polresta Malang Kota Belum Terima Laporan soal Motor Brebet Usai Isi Pertalite
MALANG - Media sosial di Kota Malang diramaikan oleh keluhan pengendara sepeda motor yang mengalami masalah kendaraan usai mengisi BBM Pertalite. Gejala yang dialami seragam, yakni mesin tersendat-sendat (brebet) lalu mati mendadak (mogok).
Selain itu, keluhan lain mencakup mesin yang sulit menyala di pagi hari. Bahkan, beberapa pengendara harus mengganti busi dua kali dalam sepekan.
Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Muhammad Soleh, mengonfirmasi bahwa hingga Selasa (28/10/2025), belum ada satu pun laporan resmi yang diterima pihaknya. Polisi masih menunggu aduan dari korban yang merasa dirugikan akibat masalah BBM tersebut.
"Apabila ada laporan, kami akan segera menindaklanjuti," kata Soleh, Selasa (28/10/2025).
Pihak kepolisian, lanjutnya, akan membentuk tim investigasi jika laporan diterima. Tim ini akan bertugas mengungkap ada tidaknya pelanggaran hukum, termasuk menguji kesesuaian spesifikasi BBM di SPBU yang dilaporkan.
Soleh menambahkan, Satreskrim Polresta Malang Kota tidak menutup kemungkinan akan menggandeng Pertamina untuk melakukan inspeksi bersama ke sejumlah SPBU.
"Kami akan menggandeng Pertamina untuk melakukan pengecekan di sejumlah SPBU di Kota Malang," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti laporan tersebut dengan cepat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa Pertamina telah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kendala mesin kendaraan usai pengisian Pertalite di SPBU Malang. Sejauh ini, pihaknya telah menerima dua laporan resmi terkait hal tersebut.
"Kami lakukan penggantian atau perbaikan melalui mekanisme yang ada (terhadap kendaraan yang rusak). Sejauh ini kalau dari Malang kami sudah menerima dua laporan, di SPBU 51.651.16 (Jalan Raya Langsep, Sukun) dengan satu konsumen roda dua yang kendaraannya masuk bengkel, kemudian di SPBU 54.651.10 (Mondoroko) (dengan keluhan) filternya kotor," kata Ahad.