Polres Wonogiri Bentuk Tim Khusus untuk Tangani Konflik Perguruan Silat

Polres Wonogiri Bentuk Tim Khusus untuk Tangani Konflik Perguruan Silat

WONOGIRI – Konflik perguruan silat di Kabupaten Wonogiri menjadi salah satu fokus penanganan konflik sosial oleh Polres Wonogiri. Upaya pencegahan konflik pun akan dilakukan mulai dari pembentukan tim khusus penanganan konflik perguruan silat.

Hal itu disampaikan Kabag Operasi Polres Wonogiri Kompol Agus Syamsudin pada Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka penanganan konflik sosial di Aula Sanika Satyawada Polres Wonogiri, Senin (4/8/2025).

Kompol Agus mengatakan dalam upaya penanganan konflik sosial perlu penyamaan persepsi dan langkah strategis yang konkret. Dia juga meminta peserta rakor itu untuk memetakan kondisi aktual wilayah masing-masing sekaligus merumuskan solusi atas potensi konflik sosial yang terjadi.

Dia menyampaikan salah satu potensi konflik sosial yang rentan muncul yakni konflik antarperguruan silat. Sejumlah langkah konkret untuk memitigasi timbulnya konflik itu pun disepakati dalam rakor tersebut.

Agus menyebut Polres Wonogiri akan membentuk tim kecil penanganan konflik sosial di tingkat kabupaten dan kecamatan. Kemudian merevitalisasi Forum Komunikasi Pencak Silat dan Beladiri (FKPSB) sebagai wadah komunikasi yang aktif dan solutif antarperguruan silat.

“Polres juga akan mendorong masing-masing perguruan untuk melakukan pembinaan internal dan memberikan persyaratan administrasi bagi calon anggota baru,” kata Agus dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin.

Dia menyebut dalam penanganan konflik tersebut, TNI-Polri harus netral dalam menyikapi kegiatan perguruan. Salah satu caranya dengan mengenakan seragam dinas resmi saat menghadiri undangan kegiatan perguruan silat.

Agus menambahkan beberapa persoalan yang mencuat di Kabupaten Wonogiri antara lain permasalahan pabrik semen di Pracimantoro terkait Amdal, konflik lahan, kerusakan lingkungan, dan polusi.

Selain itu munculnya ormas tak berbadan hukum yang berpotensi menimbulkan konflik. Permasalahan knalpot brong juga turut memicu keresahan sosial di masyarakat.

Sementara itu, Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo menyampaikan komunikasi yang solid antarinstansi perlu dibangun dalam merespons dinamika sosial di masyarakat.

Menurutnya, permasalahan sosial pada masa depan semakin kompleks, maka dibutuhkan forum komunikasi dan kesepakatan langkah-langkah bersama demi keamanan dan kenyamanan masyarakat Wonogiri.

Rakor ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan koordinasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Polres Wonogiri berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen guna menciptakan stabilitas sosial yang berkelanjutan di Kota Sukses.