Polres Sragen Gagalkan Rencana Aksi Anarkis, 73 Pemuda Diamankan

Polres Sragen Gagalkan Rencana Aksi Anarkis, 73 Pemuda Diamankan

Sragen - Sebanyak 73 pemuda berhasil diamankan jajaran Polres Sragen, Minggu (31/8/2025) dinihari. Mereka diduga hendak melakukan aksi anarkis lanjutan di Sragen, Jawa Tengah.

Aksi perusakan sebelumnya terjadi Sabtu dinihari sekitar pukul 03.00 WIB. Massa yang bergerak dari arah Solo sempat membakar tumpukan sampah di perempatan Beloran, sebelum melanjutkan ke Kantor DPRD Sragen.

Fasilitas di sekitar kompleks gedung, termasuk pagar, papan nama, dan ATM Bank Jateng, mengalami kerusakan cukup parah.

Tidak berhenti di situ, massa juga menyasar dua pos polisi, yakni Pos Pasar Kota dan Pos Alun-Alun Sragen. Kaca pecah berserakan, bagian dalam pos ikut hancur, bahkan Tugu Adipura di pusat kota juga dijadikan sasaran dengan aksi pembakaran ban bekas.

Pasca perusakan sejumlah fasilitas umum tersebut, Polres Sragen lantas melakukan operasi gabungan. Petugas bertindak tegas terhadap gerombolan pemuda yang diduga akan berbuat anarkis.

Polisi mengamankan puluhan pemuda di kabupaten Sragen yang diduga hendak melakukan aksi anarkis lanjutan. (Foto: RRI/Humas Polres Sragen)

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menegaskan aksi anarkis itu sempat menciptakan kepanikan warga. Kapolres memastikan situasi kini dalam kendali penuh aparat kepolisian.

“Dari hasil patroli dan penyekatan, kami amankan 73 pemuda yang diduga hendak melakukan perusakan lanjutan. Saat ini mereka masih dalam pemeriksaan intensif di Mapolres Sragen,” ucap Kapolres, Minggu.

Dari tangan para terduga pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Seperti lima botol kaca yang akan digunakan sebagai bom molotov, 1 botol plastik berisi BBM sebanyak 2 liter, serta 28 unit sepeda motor yang digunakan para pemuda tersebut.

Polres Sragen bersama TNI kini memperketat pengamanan di sejumlah objek vital, terutama kantor pemerintahan, fasilitas publik, dan jalur utama kota. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada aksi susulan yang mengganggu stabilitas kamtibmas di Sragen.