Polres Magelang Kota Pulangkan 53 Orang Pascaricuh, HP dan Kendaraan Belum Dikembalikan
MAGELANG - Suasana haru menyelimuti Aula Polres Magelang Kota, Sabtu (30/8) sore. Sebanyak 53 pemuda dan remaja yang sempat diamankan aparat pascaaksi unjuk rasa di Magelang, akhirnya dipulangkan ke orang tua masing-masing. Pemulangan itu dikemas dalam kegiatan bertajuk Parenting Polres Magelang Kota kepada Pemuda dan Remaja.
Dalam sesi tersebut, para remaja diminta untuk menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua mereka yang sengaja dihadirkan. Bahkan, momen sungkem membuat ruangan mendadak dipenuhi tangis haru, baik dari anak maupun orang tua.
Kapolres Magelang Kota AKBP Anita Indah Setyaningrum menuturkan, kegiatan itu merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus pembinaan. "Kami tidak menginginkan harus berhadapan dengan kalian dalam situasi seperti ini. Harusnya kita bertemu di sekolah atau kegiatan keagamaan," ujarnya.
Anita menegaskan, 53 remaja yang diamankan berasal dari Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Temanggung. Mereka dibebaskan setelah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Selain itu, Polres Magelang Kota akan memberlakukan wajib apel setiap Selasa dan Kamis sebagai bentuk pembinaan lanjutan. Barang bukti seperti ponsel dan kendaraan juga akan dikembalikan secara bertahap.
Dia melanjutkan, pendekatan humanis ini menjadi langkah awal untuk mencegah para remaja kembali terlibat dalam aksi yang berpotensi ricuh. "Ini pertama dan terakhir. Jika ada yang mengulangi, kami sudah mendata dan tidak segan menindak lebih tegas," paparnya.
Menurut Anita, pelibatan orang tua, kepala desa, hingga camat dalam prosesi tersebut penting supaya para remaja mendapat pendampingan lebih erat dari lingkungannya. Dia juga meminta seluruh elemen untuk saling menjaga agar anak-anak menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan.
Saat disinggung soal adanya potensi penangkapan massa salah sasaran, Anita membantahnya. "Jadi semua sesuai dengan pada saat kejadian di lokasi yang bersangkutan ada berbarengan dengan massa, lalu diamankan oleh rekan-rekan TNI dan Polri," bebernya.
Perusuh sejak Sabtu Malam hingga Minggu Pagi, Serangan Menggunakan Molotov hingga Sajam
Momen emosional semakin kuat ketika perwakilan Yayasan Sandal Jepitan Bareng Budi Irawanto, memutar video sederhana tentang perjuangan orang tua. Usai tayangan, dia meminta para remaja mencari orang tuanya di kursi belakang mereka.