Polisi Perluas Pencarian di Laut Karimunjawa, Pelaku Pembacokan di Kapal Masih Diburu
REMBANG – Sudah sepekan berlalu sejak insiden pembacokan yang menggemparkan terjadi di atas kapal KM Jaya Makmur GT 50 di perairan Karimunjawa.
Namun hingga kini, pelaku yang diketahui bernama Mohammad Alfaridzi (26), warga Desa Padaran, Rembang, belum ditemukan.
Peristiwa itu terjadi saat kapal yang mengangkut 16 anak buah kapal (ABK), termasuk nahkoda, sedang bersandar menjelang magrib di tengah laut, sesuai Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dengan tujuan menangkap ikan di wilayah perairan Karimunjawa.
Sekira pukul 21.30 WIB, saat sebagian besar ABK tengah beristirahat, dua orang mendadak menjadi korban pembacokan.
Kedua korban, Santoso, warga Desa Sendangagung, Kaliori, dan Dany Nur Wachid, warga Kelurahan Sukoharjo, Rembang, mengalami luka di bagian leher dan kaki akibat sabetan senjata tajam jenis bendo.
Diduga kuat pelaku secara tiba-tiba menyerang rekan-rekannya sebelum membuang senjatanya ke laut dan menceburkan diri sesaat setelah kejadian.
Kasat Polairud Polres Rembang AKP Mundhi membenarkan bahwa hingga kini, pelaku masih belum berhasil ditemukan.
Menurutnya, pihak Polairud telah melakukan sejumlah upaya, termasuk mengarahkan kapal nelayan dan nahkoda lain yang sedang beroperasi di sekitar lokasi kejadian untuk membantu pencarian.
Lokasi kejadian diketahui berada sekitar 115 mil laut dari bibir pantai Tasikagung, Rembang.
“Kami terus berkoordinasi dengan para nahkoda kapal yang melintas di sekitar titik kejadian untuk memperluas pencarian,” ujar AKP Mundhi saat dikonfirmasi Radar Kudus.
Setelah kapal kembali ke perairan Rembang, pihak Satpolairud langsung membawa kedua korban untuk menjalani pemeriksaan medis.
Karena luka yang diderita tergolong ringan, keduanya diperbolehkan menjalani rawat jalan. Selain itu, penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk para ABK yang menyaksikan kejadian di atas kapal.