Polda Jateng Tegaskan Air PDAM Aman dari Kasus Mayat di Reservoir Siranda
SEMARANG - Polda Jawa Tengah memastikan bahwa air PDAM Kota Semarang tidak tercemar akibat kasus penemuan mayat di Reservoir Siranda.
Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan penyelidikan terkait kematian korban masih terus berlangsung.
Dirinya menyebut hingga kini sudah ada delapan saksi yang diperiksa oleh penyidik Polrestabes Semarang.
“Sebagai bahan penyelidikan hingga saat ini pihak penyidik dari Polrestabes Semarang telah memeriksa delapan orang saksi. Terhadap jenazah korban atas nama Dion Kusuma Pratama (21) juga telah dilakukan Visum et Repertum (VER), diharapkan hasilnya nanti akan jadi petunjuk bagi penyidik untuk mengungkap kasus tersebut,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).
Dari rekaman CCTV, lanjutnya, korban terlihat terakhir kali berada di sekitar reservoir bersama dua rekannya.
Setelah diturunkan, korban yang masih sempoyongan sempat berjalan sendiri sebelum hilang dari pantauan kamera.
Temuan mayat pada 16 Agustus 2025 sempat menimbulkan keresahan warga karena khawatir air PDAM ikut tercemar.
Namun, Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Yudi Indardo, memastikan tidak ada air dari reservoir itu yang dialirkan ke pelanggan sejak dua bulan terakhir.
“Reservoir Siranda sejak bulan Maret 2025 hanya digunakan sebagai cadangan. Terakhir digunakan pada tanggal 5 Juli 2025 untuk back up kepada sekitar 3000 pelanggan atau 1,5 persen dari total pelanggan PDAM Kota Semarang karena ada perbaikan sistem di Semarang Barat. Itupun hanya digunakan selama 7-8 jam saja, dan sejak saat itu tidak digunakan lagi hingga terjadi kasus penemuan mayat tersebut,” tegas Yudi.
Pihak PDAM juga telah melakukan pengurasan dan pembersihan reservoir dengan disinfektan, serta membuang air tercemar melalui pipa khusus yang tidak terhubung ke jaringan pelanggan.
Kombes Pol Artanto pun menambahkan, dengan adanya keterangan ini, dia berharap dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat bahwa tidak benar jika air PDAM yang tercemar mayat dialirkan ke pelanggan.
“Dengan demikian kami harap masyarakat terutama pelanggan PDAM tidak perlu khawatir akan kualitas air yang digunakan. Kami mohon doa dan kerjasama dari masyarakat agar kasus ini dapat segera terungkap,” tegasnya.