Polda Jateng Selidiki Dugaan Penganiayaan Dokter oleh Dosen Unissula

Polda Jateng Selidiki Dugaan Penganiayaan Dokter oleh Dosen Unissula

SEMARANG - Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) menyelidiki aduan dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) bernama Muhammad Dias Saktiawan terhadap Astrandaya Ajie, dokter anestesia di Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang.

"Yang bersangkutan dr Astra sudah buat surat pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jateng," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, Rabu (17/9).

Surat aduan dr Astra sudah dilayangkan oleh korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jateng pada Jumat (12/9). Saat ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng sedang melakukan penyelidikan yang dilakukan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jateng.

"Saat ini sedang ditangani oleh penyidik Ditreskrimum guna dilakukan penyelidikannya," ungkapnya.

Sebelumnya, pihak Wakil Ketua Tim Advokasi Keadilan Dokter Astrandaya Ajie, Hansen, menilai dr Astra melalui kuasa hukumnya telah mengadukan dugaan penganiayaan tersebut ke SPKT Polda Jateng pada tanggal 12 September 2025.

"Kami sudah mengajukan pengaduan ke Polda Jateng," kata Hansen, Senin (15/9).

Pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk melengkapi aduan tersebut menjadi sebuah laporan kepolisian. Bukti-bukti tersebut meliputi hasil visum dan rekaman kamera pengawas atau CCTV dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Dias Saktiawan tersebut.

"Kami akan terus kawal kasus ini, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa naik jadi laporan kepolisian," ujarnya.

Kasus dugaan penganiayaan ini mencuat pada Sabtu (6/9) lalu. Nedia sosial dihebohkan dengan beredarnya video dugaan kekerasan terhadap tenaga kesehatan di RSI Sultan Agung.

Video tersebut memperlihatkan teriakan histeris, umpatan dan amukan dari seorang pria yang diduga Muhammad Dias Saktiawan, dosen Fakultas Hukum Unissula.Dalam rekaman, pelaku marah kepada dokter anestesi dan bahkan mengancam akan membakar rumah sakit.