Polda Jateng Bongkar Sindikat Premanisme Berkedok Wartawan dengan 175 Anggota

Polda Jateng Bongkar Sindikat Premanisme Berkedok Wartawan dengan 175 Anggota

SEMARANG - Bersamaan dengan operasi pemberantasan premanisme yang sedang digencarkan oleh seluruh elemen Kepolisian Republik Indonesia bersama masyarakat.

Hal ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang aman serta bebas dari ancaman kriminalitas yang kerap menghantui di jalanan.

Upaya tersebut sukses meringkus berbagai aksi premanisme yang meresahkan masyarakat, seperti pemalakan, pemerasan hingga aksi kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang tak bertanggungjawab.

Salah satu yang cukup mencengangkan bagi masyarakat adalah terbongkarnya sindikat premanisme dengan kedok wartawan yang akhir-akhir ini marak diberitakan.

Pasalnya, oknum-oknum yang mengaku sebagai 'wartawan' ini diketahui meresahkan banyak pihak karena melakukan pemerasan yang ditargetkan.

Melalui pemberitaan yang disebarkan langsung oleh Polda Jateng, jajaran Ditreskrimum berhasil mengamankan empat orang pelaku paska memeras korban dengan kedok sebagai jurnalis media.

Kombes Pol Dwi Subbagio menyatakan dalam press conference (16/5) bahwa pelaku terdiri dari tiga orang laki-laki dan seorang perempuan.

Dwi juga menambahkan bahwa asal dari keseluruhan pelaku yang telah diamankan Polda Jateng ini berasal dari Bekasi, Jawa Barat.

Menurut keterangan para pelaku, serta bukti yang didapat tim kepolisian, para pelaku ini merupakan bagian dari kelompok dari jaringan yang lebih besar dengan modus serupa.

Jaringan kriminal tersebut diketahui beroperasi di hampir seluruh kota besar di Pulau Jawa, mulai dari Semarang, Yogyakarta, Jakarta, Malang hingga Surabaya.

Bahkan sindikat ini cukup lihai dalam memperalat korbannya. Keanggotaan dari sindikat 'wartawan palsu' ini mencapai 175 orang dari berbagai latar belakang.

Beberapa anggota aktif sindikat ini diantaranya yang berhasil dipetakan oleh kepolisian memiliki latar belakang sebagai mahasiswa dan karyawan pegawai swasta.