Pesantren Isy Karima Tegaskan Komitmen Tangkal Radikalisme di Jawa Tengah
Karanganyar - Pondok Pesantren Isy Karima, Karanganyar, Jawa Tengah, menegaskan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di lingkungan pendidikan berbasis agama. Pimpinan sekaligus pengasuh pesantren, KH Syihabuddin, menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam keterangannya, KH Syihabuddin menyebut pesantren memiliki posisi strategis sebagai benteng moral dan spiritual generasi muda. Menurutnya, penanaman nilai kebangsaan di pesantren harus berjalan beriringan dengan penguatan ajaran Islam yang moderat.
“Pesantren adalah tempat untuk menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, cinta tanah air, serta menjunjung tinggi kebhinekaan dan persatuan bangsa,” ujar KH Syihabuddin, Selasa (12/8/2025).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memperkuat sinergi dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat luas untuk menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan bebas dari pengaruh paham ekstrem.
KH Syihabuddin menilai, peran santri tidak hanya terbatas pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga harus menjadi motor penggerak perdamaian di tengah masyarakat.
“Santri harus aktif berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. Mereka adalah agen perdamaian yang menjunjung nilai persatuan,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan edukatif dan kolaboratif menjadi kunci dalam menangkal radikalisme. Melalui kerja sama yang erat dengan tokoh agama, organisasi masyarakat, serta lembaga pendidikan keagamaan, pesantren diyakini mampu membina generasi yang religius, nasionalis, dan cinta damai.
KH Syihabuddin berharap, sinergi yang terjalin antara pesantren, aparat keamanan, dan masyarakat dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga harmoni sosial.
“Jika seluruh elemen bergerak bersama, kita akan mampu mencegah masuknya paham-paham ekstrem dan menjaga persatuan bangsa,” katanya.
Dengan komitmen ini, Pondok Pesantren Isy Karima ingin memastikan bahwa lingkungan pendidikan agama tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara keilmuan, tetapi juga berkarakter kuat dalam menjaga keutuhan NKRI. (*)