Pesan KH Zulfikar Hajar Lc Menggema: ‘Kami Tak Sendiri, Polda Sumut Hadir di Garis Depan!’

Pesan KH Zulfikar Hajar Lc Menggema: ‘Kami Tak Sendiri, Polda Sumut Hadir di Garis Depan!’

SUMUT - Polda Sumut bergerak cepat! Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Jabal Noor, Sumatera Utara, terendam banjir pada Jumat 28/11/2025 dan membuat seluruh kegiatan belajar mengajar terhenti total. Menyikapi kondisi darurat tersebut, Kapolda Sumut langsung memerintahkan Irwasda Polda Sumut Kombes Pol Nanang Masbudhi memimpin Satgas Bantuan Bencana Ops Aman Nusa II untuk turun langsung ke lokasi.

Setibanya di Pesantren Jabal Noor, Irwasda mendapati air menggenangi sebagian besar area pondok, termasuk ruang belajar dan asrama santri. Tanpa menunda waktu, Satgas Bantuan Bencana Polda Sumut langsung menyalurkan bantuan logistik darurat, terdiri dari: 50 karung beras, 30 dus mi instan, 10 dus minyak goring, 7 dus susu Indomilk, 17 kotak sarden, 30 kotak air minum gelas.

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada pengelola pesantren untuk memastikan para santri tetap terpenuhi kebutuhan pangannya selama masa pemulihan.

“Kami hadir atas perintah Bapak Kapolda Sumut. Banjir ini membuat aktivitas santri terganggu, sehingga kami memastikan kebutuhan mendesak mereka terpenuhi. Polda Sumut akan terus memonitor dan membantu proses pemulihan hingga pesantren bisa kembali normal,” tegas Kombes Nanang Masbudhi saat meninjau lokasi banjir.

Irwasda juga memastikan bahwa Satgas Ops Aman Nusa II terus bersiaga, mengantisipasi potensi peningkatan curah hujan serta melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Polda Sumut. Kehadiran Irwasda beserta rombongan benar-benar meringankan beban kami. Bantuan ini sangat berarti karena banjir membuat seluruh kegiatan belajar mengajar berhenti. Semoga Allah membalas kebaikan jajaran Polda Sumut,” ujar KH Zulfikar Hajar Lc.

Menurut sang pimpinan yayasan, ketinggian air sempat mencapai batas yang mengganggu ruang tahfidz dan area asrama, membuat santri harus dipindahkan ke lokasi aman sementara.

Polda Sumut memastikan akan terus bersinergi dengan pihak pesantren dan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan banjir serta mendukung aktivitas pendidikan keagamaan agar segera kembali normal. (*)