Pesan Gema Santri Nusa: Demo adalah Hak, tapi Persatuan Bangsa Harus Dijaga
MEDAN - Ketua Umum Gema Santri Nusa, KH. Akhmad Khambali, SE, MM., sekaligus Pengasuh Ponpes Wirausaha Ahlul Kirom Medan memberikan apresiasi kepada jajaran Polri yang dinilai berhasil menjaga keamanan dan ketertiban dalam aksi unjuk rasa akhir Agustus lalu. Aksi yang melibatkan mahasiswa dan sebagian elemen masyarakat itu berlangsung aman dan tanpa tindakan anarkis.
Menurut Kiai Ahmad Hambali, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak yang dijamin undang-undang. Namun, ia menekankan bahwa pelaksanaannya tetap harus mengedepankan moral dan etika agar tidak menimbulkan gesekan di masyarakat.
“Dalam kondisi demo kemarin, dengan kekuatan dan kesigapan penuh, aparat kepolisian mampu memanage serta mengendalikan situasi dengan sangat kondusif. Alhamdulillah, aksi tersebut dapat berlangsung tanpa adanya tindakan anarkis,” ujar Ahmad Hambali melalui keterangan resminya.
Ia menambahkan, Polri telah menunjukkan peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga perdamaian dan persatuan bangsa. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi atau teradu domba oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan.
“Atas nama pribadi dan organisasi, saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Polri yang telah mengawal dan menjaga jalannya aksi unjuk rasa dengan damai dan kondusif,” tegasnya.
Gema Santri Nusa merupakan organisasi yang menghimpun para santri dengan semangat kebangsaan, salah satunya melalui pesan moral untuk menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika politik dan demokrasi. Dukungan dari organisasi keagamaan ini disebut semakin memperkuat legitimasi Polri dalam menjalankan fungsi pengamanan dan pengayoman masyarakat. (*)