Penyusup Demo May Day Semarang, Konsolidasi di Kampus dan Punya Grup WhatsApp 'Kelompok Anarko'
SEMARANG - Kepolisian mengungkapkan hasil penyidikan terkait kelompok perusuh saat memperingati Hari Buruh di depan kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (1/5). Hasil penyidikan kepolisian menduga sehari sebelum demo Hari Buruh ada rapat konsolidasi penyusup digelar di ruang salah satu kampus di Semarang.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. M. Syahduddi mengatakan, rapat konsolidasi digelar pada Rabu (30/4), sehari menjelang digelar aksi memperingati Hari Buruh di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (1/5).
Kepolisian telah menetapkan enam tersangka diduga sebagai perusuh saat peringatan Hari Buruh tersebut.
Menurut Syahduddi, dua dari enam tersangka tersebut mengikuti rapat konsolidasi yang menyepakati aksi bakal dilaksanakan setelah aksi para buruh serta menggunakan atribut hitam.
Syahduddi menduga aksi dilakukan kelompok dengan atribut hitam tersebut sejak awal akan menimbulkan kericuhan dan melawan petugas.
Dalam penyelidikan terhadap tersangka, didapati juga sebuah grup di aplikasi WhatsApp yang diduga sebagai sarana berkomunikasi kelompok Anarko.
"Grup WA yang diduga kelompok Anarko yang berisi 18 anggota," kata Syahduddi di Semarang, Sabtu (3/5).
Polisi Buru Pihak Penggerak
Kepolisian masih mendalami lebih lanjut para anggota yang berada dalam grup WhatsApp tersebut.
Kepolisian juga menduga adanya indikasi pihak-pihak tertentu yang menggerakkan kelompok tersebut.
"Sedang kami kejar, dugaannya pihak di luar kelompok ini," kata dia.
Kepolisian juga menyebut adanya kesamaan kelompok Anarko yang diamankan dalam aksi buruh di Semarang dengan yang ada di daerah lain.
Sebelumnya, kepolisian membubarkan aksi memperingati Hari Buruh di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, pada Kamis (1/5) sore, setelah diduga muncul aksi provokasi oleh sekelompok massa berpakaian hitam di tengah para buruh.
Sekelompok orang berpakaian hitam kemudian ikut bergabung ke dalam massa aksi. Kericuhan pecah setelah kelompok buruh akan membubarkan diri setelah menyelesaikan aksi. (*)