Penolakan Jalur Alternatif Candi Panggung, Satpol PP Kota Malang Layangkan Peringatan Resmi
MALANG - Pemerintah Kota Malang berencana membangun 14 jalur alternatif pemecah kemacetan di Kota Malang. Salah satunya di kawasan Candi Panggung, Lowokwaru.
Namun warga perumahan setempat masih menolak. Kini, Satpol PP Kota Malang menerbitkan surat peringatan kedua atau SP2 atas penolakan itu.
Rencana pembangunan jalur alternatif itu akan dibangun di Jalan Simpang Candi Panggung dan melintasi jalan di Perumahan Griya Shanta.
Jalur alternatif itu dinilai strategis untuk mengurai kemacetan Jalan Candi Panggung. Terlebih, fasum jalan perumahan ini telah menjadi aset Pemda lantaran PSU perumahan sudah diserahkan ke Pemkot Malang.
Hanya saja, rencana pembangunan jalan tembus itu tak kunjung terlaksana lantaran masih ada penolakan dari sebagian warga perumahan setempat. Untuk itu, Satpol PP Kota Malang melayangkan SP2 setelah SP1 tak diindahkan.
“Jadi surat peringatan kedua ini berlakunya 3 hari mulai Senin, Selasa, Rabu,” kata Mustaqim Jaya, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Malang, Sabtu (25/10/2025).
Jika peringatan kedua itu tak dihiraukan lagi, ia menyebut akan menerbitkan surat peringatan ketiga. Peringatan itu ditujukan agar tembok pembatas perumahan bisa dibongkar untuk dijadikan akses jalan tembus atau jalur alternatif.
“Surat itu ditujukan pada RW yang menolak. Itu sudah fasumnya Pemkot. Kan mau dibuat jalan tembus, harusnya sama sama menyadari,” tuturnya.
Menurutnya, surat peringatan kedua itu sempat ditolak. Meski begitu, Mustaqim memastikan bahwa prosedur akan tetap dijalankan.
“Itu tidak mengubah apapun, prosedur sudah berjalan. Ini peringatan, bukan ajakan. Jadi prosedur tetap berjalan,” tandasnya.
Sebelumnya, DPRUP-PKP Kota Malang telah merencanakan pembangunan 14 jalan tembus di Kota Malang. Salah satunya di kawasan Candi Panggung untuk mengurai kemacetan di Jalan Candi Panggung.
Berdasarkan catatan Dishub Kota Malang, derajat kejenuhan lalu lintas di Jalan Candi Panggung sudah cukup tinggi sehingga kerap terjadi kemacetan.