Penemuan Mayat di Reservoir Siranda, Polda Jateng Klarifikasi dan Minta Warga Tetap Tenang
SEMARANG - Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes (Pol) Artanto meminta masyarakat tidak termakan isu-isu yang tidak benar terkait air pasokan PDAM Tirta Moedal Semarang dari Reservoir Siranda.
Penemuan mayat seorang pemuda di dalam Reservoir Siranda, Semarang, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait keamanan pasokan air bersih.
"Pada saat penemuan mayat tersebut, Reservoir Siranda tidak digunakan. Jadi isu air dari Siranda mengalir ke pelanggan tidak benar," katanya kepada media di kawasan Reservoir Siranda Semarang, Jumat (22/8/2025).
Rentang waktu kejadian, saat penemuan mayat dengan penggunaan reservoir itu sangat lama. Reservoir Siranda terakhir digunakan 5 juli sebagai back up. Itu pun hanya beberapa jam saja.
"Masyarakat jangan termakan isu," tandas nya.
Ia menuturkan kepolisian menerima laporan kehilangan dari pihak keluarga 30 Juli 2025.
Kepolisian menemukan petunjuk dari rekaman kamera CCTV.
Rekaman tersebut berasal dari tanggal yang sama saat korban dilaporkan hilang oleh keluarganya, yaitu pada akhir Juli 2025.
"Ada seorang pria jalan sempoyongan masuk ke dalam area reservoir dengan cara melompati pagar," ungkap Artanto.
Dari CCTV sekitar terlihat pada awalnya korban berboncengan motor tiga orang.
Korban turun, kemudian dua orang yang berboncengan beranjak pergi. Korban berniat naik motor lagi, namun ditolak temannya.
"Korban kemudian terlihat memanjat tembok pagar warga, namun tidak berhasil.