Pemuda Wonosobo Suaranya Hilang Setelah Ditusuk Kenalan Pakai Pisau
Wonosobo - Hudy Pangestu, pemuda berusia 25 tahun asal Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mengalami luka serius di bagian leher setelah diserang oleh kenalannya, Suroso (45), warga Sapuran.
Kejadian ini terjadi pada 7 November 2024 di Cafe Shaka, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran.
Menurut keterangan Kapolres Wonosobo, AKBP M Kasim Akbar, melalui Kasatreskrim Polres Wonosobo, AKP Arif Kristiawan, penganiayaan bermula saat korban dan pelaku bertemu di cafe tersebut.
"Korban sempat meminum minuman keras dan mengambil rokok milik pelaku, yang membuat pelaku merasa terganggu," ungkap AKP Arif dalam konferensi pers pada Rabu, 28 Mei 2025.
Tindak Penganiayaan
Dalam keadaan terpengaruh alkohol, Suroso mengambil pisau lipat berukuran 8 centimeter dari saku celananya dan mendekati Hudy yang berada di tangga cafe.
"Pelaku kemudian menusukkan pisau ke leher korban, menyebabkan Hudy tergeletak di area parkir," tambah Arif.
Akibat serangan tersebut, Hudy mengalami gangguan pada pita suara, yang membuat suaranya menjadi tidak normal.
"Suara korban agak eror, terganggu akibat pisau yang mengenai pita suara," jelas Arif.
Penangkapan Pelaku
Setelah melakukan penganiayaan, Suroso melarikan diri.
Namun, setelah penyelidikan dan pencarian, ia berhasil ditangkap pada 24 April 2025 saat pulang ke rumah.
"Pelaku dijerat Pasal 2 Undang-Undang RI No 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana penjara selama 10 tahun," kata Arif.
Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat dampak serius yang dialami oleh korban.
Hudy saat ini masih dalam perawatan medis untuk pemulihan suaranya.