Pelajar Grobogan Dibekuk Warga Usai Ketahuan Bawa Senjata Tajam Malam-malam

Pelajar Grobogan Dibekuk Warga Usai Ketahuan Bawa Senjata Tajam Malam-malam

GROBOGAN - Seorang pelajar di Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah kedapatan membawa sajam, Minggu (8/6) dini hari. Sajam tersebut dirakit dari pipa besi dan plat logam.

Kapolsek Brati AKP I Ketut Sudiartha, menduga sajam tersebut akan digunakan untuk melakukan tindak kekerasan. Beruntung, warga sekitar cepat ambil tindakan pengamanan.

Pembawa sajam kemudian diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut. Kejadian tersebut menunjukan adanya peningkatan kenakalan remaja dalam tindak kekerasan bahkan senjata tajam.

"Dari pengakuannya, senjata itu disiapkan untuk melukai seseorang. Ini sangat mengkhawatirkan, apalagi pelakunya masih usia pelajar," terang Ketut.

Polisi menyebut, ini bukan hanya tanggung jawab penegak hukum, tapi juga seluruh elemen masyarakat, khususnya keluarga dan sekolah.

Pihak kepolisian saat ini masih mendalami motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Sementara pelajar yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Terpisah, Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto menyayangkan insiden tersebut, ia mengajak orang tua serta pihak sekolah lebih aktif dalam memantau perilaku anak-anak.

"Pengawasan dan komunikasi dalam keluarga sangat penting. Banyak remaja yang terjerumus ke tindakan membahayakan karena lemahnya kontrol dan kurangnya perhatian," ungkap Ike, Senin (9/6).

Ia menambahkan, Polres Grobogan akan memperkuat patroli di kawasan rawan serta memperluas program pembinaan remaja bekerja sama dengan sekolah-sekolah di wilayahnya.

Selain penindakan, pendekatan preventif melalui edukasi dan penyuluhan dinilai penting untuk mencegah remaja terlibat dalam tindak kriminal.

"Jangan sampai masa depan anak-anak kita hancur hanya karena salah pergaulan. Ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat," pungkas Kapolres.