Operasi Patuh Candi Dimulai, Polres Semarang Siap Tindak Pelanggaran Lalin

Operasi Patuh Candi Dimulai, Polres Semarang Siap Tindak Pelanggaran Lalin

SEMARANG - Sebanyak 240 personel diterjunkan Polres Semarang dalam Operasi Patuh Candi 2024 yang digelar mulai 14 hingga 27 Juli 2025. Operasi yang diresmikan melalui apel gelar pasukan ini menyasar pelanggaran lalu lintas demi meningkatkan kesadaran masyarakat serta menekan angka kecelakaan dan fatalitas di wilayah Kabupaten Semarang dan sekitarnya.

Polres Semarang resmi menggelar Operasi Patuh Candi 2024 dengan menerjunkan 240 personel gabungan. Apel gelar pasukan dipimpin langsung Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy di lapangan Mapolres Semarang, Ungaran, Senin (14/7/2025) pagi. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Semarang H Ngesti Nugraha, Wakil Bupati Hj Nur Arifah, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Semarang.

Dalam apel tersebut, ratusan personel gabungan dari Satlantas, satuan di jajaran Polres, TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran (Damkar), hingga Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) turut hadir. Seluruh personel diperiksa kesiapan fisik, kelengkapan peralatan, serta sarana pendukung sebelum diterjunkan ke lapangan.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menjelaskan, Operasi Patuh Candi akan berlangsung selama 14 hari, mulai 14 Juli hingga 27 Juli 2025. Operasi ini difokuskan pada penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas yang kerap menjadi faktor utama penyebab kecelakaan. Beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran utama antara lain pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm, kendaraan yang melawan arus, serta kendaraan yang tidak memenuhi standar kelengkapan.

"Melalui operasi ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas. Selain itu, upaya ini juga untuk menekan angka kecelakaan maupun mengurangi tingkat fatalitas korban," terang Kapolres.

Sebanyak 240 personel akan melakukan operasi secara statis di sejumlah titik rawan pelanggaran dan kecelakaan, maupun secara mobile (bergerak) untuk menjangkau wilayah yang lebih luas. Tak hanya penindakan, para personel juga diinstruksikan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Usai apel gelar pasukan, Kapolres Semarang bersama Bupati Semarang H Ngesti Nugraha, Wakil Bupati Hj Nur Arifah, serta para pejabat Forkopimda lainnya meninjau langsung kesiapan pasukan dan peralatan yang akan digunakan dalam operasi. Peninjauan ini mencakup pemeriksaan kendaraan patroli, alat pengatur lalu lintas, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Dengan digelarnya Operasi Patuh Candi 2024, diharapkan tercipta ketertiban berlalu lintas yang lebih baik di Kabupaten Semarang. Masyarakat pun diimbau untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.