Nekat Terobos Razia, Pemotor Tabrak Polisi di Operasi Patuh Candi Semarang

Nekat Terobos Razia, Pemotor Tabrak Polisi di Operasi Patuh Candi Semarang

SEMARANG - Operasi Patuh Candi 2025 di salah satu jalan protokol di Kota Semarang pada Rabu (16/7), diwarnai aksi koboy seorang pemotor yang nekat menabrak petugas ketika dihadang saat akan diperiksa kelengkapan surat kendaraanya. Akibatnya, keduanya pun terjatuh.

Kejadian ini viral setelah diunggah salah satu pemilik kendaraan roda empat melalui kamera dashcamp. Terlihat, bahkan pembonceng tergeletak cukup lama usai jatuh.

Kejadian inipun menuai berbagai komentar di media sosial. Kebanyakan menilai negatif dan bereaksi emosi atas tindakan anggota polisi tersebut.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menjelaskan, akan mendalami informasi. "Saya lihat dulu konten ini," ucap Artanto, saat dihubungi, Kamis (17/7).

Bila menilai kejadian seperti itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto mengatakan, anggota Polri dalam melakukan penindakan sudah seharusnya selalu mengutamakan prinsip berpegang ketentuan tugas berlaku.

Namun, menurutnya, tidak menutup kemungkinan hal-hal tak terduga tetap bisa saja terjadi selama kegiatan.

"Segala hal mungkin terjadi, termasuk kejadian tidak terduga. Maka, setiap anggota kepolisian dalam menjalankan tugas, senantiasa diberikan arahan untuk selalu hati-hati dan profesional pada saat pelaksanaan kegiatan," jelas Kombes Artanto.

Saat ini, selama 14 hari, mulai 14-27 Juli dilaksanakan Operasi Patuh Candi 2025 di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Kegiatan operasi penindakan pelanggaran lalu lintas ini digelar kepolisian dalam rangka meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas serta sebagai upaya menekan kecelakaan.

Oleh karena itu, Kabid Humas Polda Jateng menghimbau masyarakat selalu sadar pentingnya keselamatan dan tertib dalam berlalu lintas.

Pihaknya mengingatkan untuk berhati-hati dan patuh terhadap peraturan berlaku demi keamanan dan keselamatan.

"Kami menghimbau masyarakat untuk menaati peraturan lalu lintas dan pentingnya menjaga keselamatan. Bukan semata-mata menghindari sanksi, tetapi harus tertib demi mengurangi risiko fatal terjadinya kecelakaan," kata Artanto.