Momen Haru di Polda Jateng, Orang Tua Dipertemukan dengan Anak yang Diamankan
SEMARANG - Puluhan orang tua tampak cemas menunggu di depan Markas Polda Jawa Tengah (Jateng), Minggu (31/8) pagi.
Mereka mencari kabar mengenai anak-anaknya yang sehari sebelumnya diamankan petugas lantaran diduga terlibat aksi anarkis menyerang Mapolda Jateng, Sabtu (30/8).
Untuk meredakan kegelisahan tersebut, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto menyebut total 327 anak yang diamankan dalam kondisi sehat dan diperlakukan secara baik.
“Semuanya sedang diperiksa. Mereka kami fasilitasi dengan baik, makan minum tercukupi, bahkan kebutuhan ke kamar mandi pun disediakan. Tidak ada yang diperlakukan kasar oleh petugas,” ujarnya.
Kombes Artanto mengapresiasi atas kesabaran orang tua yang menanti di depan Mapolda Jateng. Dia juga meminta maaf karena lamanya waktu tunggu disebabkan proses pendataan dan pemeriksaan yang harus dilakukan secara cermat demi menjamin profesionalitas penyidikan.
“Karena masih banyak informasi yang perlu digali, kami harap bapak-ibu bersabar. Nanti sore kami fasilitasi untuk masuk ke Gedung Borobudur. Di sana sudah kami siapkan kursi, ruangan ber-AC yang nyaman, agar bapak-ibu bisa bertemu dan menjemput anak-anak,” ujarnya.
Selain mempertemukan keluarga dengan anak-anak mereka, pihak kepolisian juga berencana memberikan penjelasan menyeluruh terkait kronologi peristiwa yang membuat ratusan orang tersebut diamankan.
Dengan demikian, orang tua diharapkan tidak terpengaruh kabar simpang siur dari luar.
“Kami imbau bapak-ibu tidak terprovokasi dengan informasi liar. Semua akan dijelaskan secara aktual di Gedung Borobudur,” kata Kombes Artanto.
Kombes Artanto menyebut penjagaan ketat diberlakukan di sekitar Mapolda Jateng. Dia meminta para orang tua mengikuti arahan petugas, termasuk terkait penataan parkir kendaraan.
“Petugas dari Propam dan Lalu Lintas akan mengarahkan bapak-ibu ke lokasi parkir yang lebih aman. Silakan yang ingin menunaikan salat dipersilakan dan yang menunggu akan dilayani oleh Ditbinmas Polda Jateng,” ujarnya.
Seperti diketahui, aksi solidaritas atas kematian Afan Kurniawan, pengemudi ojek online di Jakarta, berujung ricuh di Kota Semarang. Massa terlibat bentrokan dengan aparat di depan Polda Jateng pada Sabtu (30/8), yang kemudian berujung pada penangkapan ratusan orang.