Modus Baru Penipuan ASN Marak, Pegawai Pemkab Sragen Nyaris Jadi Korban
SRAGEN - Aparatur sipil negara (ASN) baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk upaya penipuan.
Terutama yang memanfaatkan teknologi. Modus penipuan yang kian marak adalah penyebaran tautan atau link berbahaya melalui aplikasi pesan seperti WhatsApp.
Kepala Sekolah SMPN 1 Tangen, Sragen, Tri Wahyuni menyoroti pentingnya kehati-hatian, khususnya terhadap tautan yang berkaitan dengan pengunduhan aplikasi MyASN BKN.
”Khawatir disalahgunakan karena data sudah masuk ke aplikasi. Waspada untuk tidak asal klik,” ujarnya, Jumat (27/6/2025).
Pihaknya menekankan bahwa tautan tersebut bukan merupakan situs resmi milik BKN (Badan Kepegawaian Negara).
Tautan palsu ini biasanya meminta pengguna untuk mengunduh file aplikasi bernama MyASN BKN.apk.
File semacam ini sangat berbahaya dan berpotensi mengandung malware yang dapat membahayakan keamanan data pribadi para ASN.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen, Kurniawan Sukowati menyatakan, imbauan terkait penipuan ini telah disampaikan langsung dari BKN.
”Karena pengelola dari BKN, jadi informasi ini kita teruskan ke sana. Sudah ada himbauan juga dari BKN. Kita teruskan ke semua untuk waspada,” jelasnya.
Para ASN diimbau untuk selalu memeriksa keaslian sumber informasi dan tidak sembarangan mengklik tautan atau mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak jelas.
Pastikan selalu mengakses situs resmi BKN untuk informasi dan layanan kepegawaian.