Misteri Hilangnya Slamet Terungkap: Ditemukan Tewas di Sungai Serayu Kedung Agung
BANJARNEGARA – Setelah tiga hari dinyatakan hilang, Slamet (57), warga Desa Luwung, Kecamatan Rakit, Banjarnegara, ditemukan dalam keadaan tak bernyawa pada Rabu (25/6/2025).
Lokasi penemuan berada di kawasan Kedung Agung, Desa Kincang, yang masih termasuk wilayah Kecamatan Rakit.
Kabar duka ini mengakhiri upaya pencarian intensif yang dilakukan tim gabungan sejak laporan kehilangan diterima.
Slamet sebelumnya dilaporkan hilang pada Minggu pagi (22/6/2025) sekitar pukul 05.30 WIB oleh keluarganya.
Saat itu, korban baru saja dalam masa pemulihan pasca-stroke dan belum sepenuhnya sehat.
Menurut keterangan keluarga, Slamet sempat terlihat masih berada di sekitar rumah pada pagi hari.
Namun, setelah itu, keberadaannya tidak diketahui. Upaya pencarian oleh pihak keluarga secara mandiri selama beberapa jam tak membuahkan hasil, hingga mereka akhirnya melapor ke pihak berwenang.
Menanggapi laporan tersebut, tim pencarian gabungan yang terdiri dari BPBD Banjarnegara, SAR, relawan, Polsek dan Koramil Rakit serta warga setempat segera dikerahkan.
Fokus pencarian diarahkan ke sekitar lokasi terakhir korban terlihat, termasuk menyisir aliran Sungai Serayu yang melintasi wilayah tersebut.
“Dari pengakuan keluarga, sebelum meninggalkan rumah, korban sempat mengeluh sakit. Korban juga baru sembuh dari penyakit stroke. Kemungkinan korban berjalan kaki dari tempat terakhir terlihat hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia,” jelas Aji Pilurso, Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara.
Upaya pencarian dilakukan secara intensif, termasuk menyusuri aliran sungai sejauh lima kilometer.
Jasad Slamet akhirnya ditemukan di kawasan Kedung Agung, Desa Kincang, yang merupakan daerah berarus tenang namun cukup sulit dijangkau karena vegetasi di sekitarnya cukup lebat.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati oleh tim gabungan. Setelah berhasil diangkat dari lokasi penemuan, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak.
Seluruh prosedur evakuasi dan penyerahan jenazah dilakukan dengan mematuhi standar operasional penanganan korban meninggal dunia yang berlaku.
Dengan selesainya proses pencarian, seluruh personel tim gabungan resmi ditarik dan kembali ke pos masing-masing.
Situasi dinyatakan kondusif dan pencarian ditutup setelah jasad korban ditemukan dan diidentifikasi dengan pasti oleh pihak keluarga.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, terutama keluarga yang memiliki anggota lansia atau sedang dalam pemulihan kesehatan, untuk selalu memberikan perhatian lebih dan pengawasan terhadap mobilitas mereka.