Mentan dan Kapolri Tanam Jagung Serentak di Grobogan, Wujudkan Sinergi Swasembada Pangan Nasional

Mentan dan Kapolri Tanam Jagung Serentak di Grobogan, Wujudkan Sinergi Swasembada Pangan Nasional

GROBOGAN - Langkah percepatan swasembada pangan nasional terus dikuatkan melalui sinergi lintas sektor.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin kegiatan Tanam Jagung Serentak di Desa Selojari, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Rabu, 9 Juli kemarin

Kegiatan yang digelar di atas lahan perhutanan sosial milik Polres Grobogan ini menjadi simbol nyata kolaborasi di tubuh pemerintah.

Diantaranya ada Kementerian Pertanian, Polri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta pemerintah daerah dalam mempercepat pencapaian kemandirian pangan nasional.

"Kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama untuk membangun sektor pertanian yang mandiri dan berdaya saing," kata Mentan Amran.

Penanaman dilakukan di area seluas 74 hektare dari total 207 hektare yang telah dialokasikan untuk produksi jagung.

Varietas jagung yang ditanam meliputi NK Perkasa, Pioner 27 Gajah, dan Bisi 2 dengan estimasi hasil mencapai 9,7 ton per hektare.

Amran menekankan bahwa jagung merupakan komoditas strategis nasional yang berperan penting dalam ketahanan pangan, pakan ternak, dan energi alternatif.

Pada 2024, Indonesia mencatat luas panen jagung mencapai 2,5 juta hektare dengan total produksi lebih dari 15 juta ton.

Provinsi Jawa Tengah sendiri menyumbang sekitar 2,43 juta ton, menjadikan Grobogan sebagai salah satu sentra utama produksi.

"Presiden menargetkan swasembada pangan tercapai dalam waktu cepat. Karena itu, Kementan fokus menjalankan program intensifikasi dan ekstensifikasi lahan secara masif," ujarnya.

Untuk mendukung target tersebut, Kementan menggulirkan berbagai program strategis seperti optimalisasi lahan tidur, pompanisasi, cetak sawah baru, pengembangan padi gogo, serta sinergi dengan Kementerian PUPR.

Selain itu, keterlibatan TNI dan POLRI dalam pengawalan program menjadi bagian dari delapan pilar utama percepatan produksi pangan.

Amran mengungkapkan bahwa produksi jagung nasional selama Januari–Juli 2025 menunjukkan peningkatan signifikan, naik 9,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam pengamanan, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahap produksi pertanian.

Mulai dari penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan hingga distribusi pascapanen.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Polri memberikan bantuan berupa 500 alat uji kesuburan tanah, 89 mesin pemipil jagung.

Kemudian ada 100 alat uji kadar air, dan 93 alat pengering jagung untuk kelompok tani, penyuluh lapangan, dan koperasi pertanian.

"Ini adalah wujud nyata Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan petani di lapangan," ucap Kapolri.