Marak Curanmor di Semarang, 6 Kasus dalam Sebulan – Begini Salah Satu Caranya
Semarang - Kasus pencurian motor (curanmor) mulai marak terjadi lagi di wilayah Kota Semarang.
Bahkan aksi ini sudah terjadi enam kasus selama Juli 2025. Lokasi kejadian berada dibeberapa wilayah Kecamatan di Kota Semarang.
Antara lain di area parkiran kampus di Kecamatan Gunungpati, Rabu (16/7/2025) pukul 17.40. Satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam H 6838 ZI dicuri orang tak dikenal.
Aksi curanmor ini terekam kamera cctv. Penggalan rekaman cctv tersebut, terlihat pelaku sendirian mengenakan jaket, tas punggung dan helm warna hijau.
Aksinya juga tergolong cepat. Awalnya pelaku sempat mondar-mandir mengawasi lingkungan sekitar. Kemudian pelaku mendekati sasaran dan berhasil membawa kabur motor tidak sampai satu menit.
Lokasi berikutnya di wilayah di rumah kos di Srikaton Timur, Purwoyoso Kecamatan Ngaliyan. Motor yang dicuri adalah Honda Vario 125 warna merah kombinasi hitam, AA 2549 AJD.
Kemudian di motor trail Yamaha WR, warna hitam blaster kombinasi hijau. Hilang disebuah rumah di Jalan Pulosari IV, Kelurahan Genuk, Kecamatan Genuk, persisnya belakang kantor Kecamatan, Kamis (17/7/2025) sekitar pukul 03.25.
Rekaman cctv, pelaku terlihat dua orang. Satu pelaku mengendarai motor dan satu pelaku lainya mendorong motor hasil curian. Padahal motor tersebut dalam kondisi ban belakang kempes.
Selain itu, kasus curanmor di rumah kos di belakang PT Djarum, Kota Semarang, Rabu (16/7/2025) sekitar pukul 03.00. sasaran motor yang dicuri Honda Vario warna putih kombinasi hitam, R 5328 SM.
Kemudian, Honda Supra bernopol H 4669 UR. Hilang dicuri orang tak dikenal di Jalan Agung Dalam, Kecamatan Gajahmungkur, Selasa (8/7/2025) sekitar pukul 18.30.
Sementara kasus terbaru, diwilayah Karanganyar, Kecamatan Tugu, Minggu (20/7/2025) sekitar pukul 01.15. Pelaku berhasil membawa kabur motor Yamaha Gear bernopol H 3416 BRE.
Motor tersebut milik korban bernama Teguh, warga Bates, Sriwulan, Sayung, Kabupaten Demak. Korban tak lain adalah bekerja sebagai ojek online.
Menurut korban, kejadian bermula saat berada di sebuah warung sekitar depan perusahan Polytron, Sayung, Demak, sekitar pukul 12.00. Kemudian, korban mendapat pelanggan seorang pria yang kebetulan juga berada disekitaran warung.
"Saya dikasih tau istri saya dari penjual es. Bilang pada isteri saya, bojomu gelem ngeterke kae (terduga pelaku) ke Terboyo," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (21/7/2025).
"Terus isteri (bilang) ke saya, yowes to jenenge rejeki mosok ditolak. Terus saya nganter itu," sambungnya.
Teguh mengaku, tidak menggunakan aplikasi saat mengantar pria tak dikenal ini. Setelah menyanggupi, Teguh juga mengaku belum menerima ongkos.
"Ndak bilang ongkosnya berapa gak bilang. Bilangnya nanti pulang pergi (PP) (bayar) mas," jelasnya.
Selama perjalanan, Teguh tidak mengobrol banyak dengan pria yang diboncengkan. Setelah sampai sekitaran Terboyo, pria tersebut justru malah minta diantar ke Mangkang.
Tak menaruh curiga, korban pun menyanggupi dan melanjut perjalanan. Namun belum sampai wilayah Mangkang, pria ini meminta berhenti sejenak ketika sampai wilayah Karanganyar Tugu.
"Katanya mau cari temannya. Saya berhenti, jalan kaki sama dia, ke gudang kosong, tepi jalan raya. Terus kembali, katanya temennya tidak ada," jelasnya.
Perjalanan dilanjutkan kembali. Namun beberapa meter, kembali diajak berhenti di sebuah konter tidak jauh dari pemberhentian sebelumya.
"Terus saya duduk di kursi, dia salaman sama orang di konter, pikir saya sudah kenal. Kelihatanya orangnya sok kenal, ngajak salaman," katanya.
Sekitaran 10 menit kemudian, pria ini meminjam motor korban, namun tidak menjelaskan tujuannya. Korban pun, mengaku tidak banyak kata dan memberikan kunci sepeda motor ke pria tersebut.
"Itu dia pergi arah Semarang. Sekitaran setengah jam, saya baru nyadar. Saya nanya sama orang konter, kenal wong mau rak mas?. Kenal mas, mrene pisan tok bulan Mei ngedol HP," katanya menirukan orang di konter.
Setelah sekian menunggu, korban semakin gelisah penumpang yang membawa motornya tidak kunjung kembali. Selanjutnya, korban menyampaikan ke rekan-rekan Ojol melalui pesan WhatsApp (WA).
"Terus saya laporan ke Polsek Tugu, sudah diproses (pelaporan). Ya semoga cepat ditemukan," harapnya.