Libatkan 700 Pamter dan TNI, Polres Karanganyar Siagakan Pengamanan PSHT

Libatkan 700 Pamter dan TNI, Polres Karanganyar Siagakan Pengamanan PSHT

KARANGANYAR - Polres Karanganyar telah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan untuk mendukung kelancaran acara pengesahan (sahsahan) warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Karanganyar Pusat Madiun.

Persiapan dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari rapat koordinasi, apel bersama, hingga komunikasi intensif dengan Pamter PSHT.

Kapolres Karanganyar, AKBP Hadi Kristanto, mengatakan bahwa pendekatan pengamanan akan mengedepankan peran internal PSHT melalui Pamter (Pasukan Pengamanan Terate-red).

Pasalnya kegiatan sahsahan dianggap sebagai tradisi olahraga dan budaya, sehingga keamanan diharapkan bisa dikawal secara mandiri.

“Kami kedepankan peran dari Pamter karena ini acara mereka. Kami hanya mendorong agar pelaksanaan tertib, aman, dan damai. Jika acara berjalan lancar, mereka juga yang akan mendapatkan citra positif,” ujar Kapolres, Rabu (2/7).

Terkait potensi penumpukan massa, Kapolres menjelaskan bahwa kegiatan sahsahan tahun ini hampir berdekatan waktunya. Momen serupa juga terjadi di Kabupaten Sragen, yang berpotensi membagi massa pengombyong (pengantar) yang datang ke Karanganyar. Sedangkan untuk Sukoharjo selang sehari.

"Kami sudah berkoordinasi untuk menjaga kondusivitas di masing-masing daerah," ucap Kapolres

Meski mengedepankan pendekatan persuasif dan partisipatif, Polres Karanganyar tetap menyiagakan personel bersama Kodim 0727 Karanganyar.

Penindakan tegas juga akan diberlakukan untuk pelanggaran berat seperti membawa senjata tajam, narkoba, dan penggunaan knalpot brong.

“Hal-hal yang mengancam keselamatan akan ditindak tegas karena bisa merugikan semua pihak,” tegas Kapolres.

Kapolres juga menghimbau masyarakat untuk memahami jika selama acara terjadi peningkatan aktivitas atau kebisingan.

“Kami mohon maklum jika ada keramaian. Ini adalah kegiatan saudara-saudara kita yang hanya digelar setahun sekali. Mari kita jaga suasana dengan tenggang rasa dan saling menghormati,” tegasnya.

Sebelumnya Polres Karanganyar menggelar Tactical Floor Game (TFG) pada Rabu (2/7) pagi di Lapangan Wirasatya sebagai persiapan pengamanan kegiatan pengesahan warga baru PSHT Cabang Karanganyar Pusat Madiun.

Kegiatan dipimpin Kapolres Karanganyar AKBP Hadi Kristanto dan diikuti jajaran pejabat utama serta perwira Polres dan Polsek.

Kabag Ops Kompol Dudi Pramudia menekankan pentingnya koordinasi dan kesiapan personel dalam mengawal massa dan menjaga situasi kamtibmas. Pamter PSHT juga diminta aktif menjaga ketertiban.

Kasat Intelkam IPTU Untung Basuki menyebutkan prosesi pengesahan dimulai sore hingga tengah malam dan bersifat tertutup. Massa pengombyong diperkirakan datang menjelang prosesi inti.

“Puncak prosesi sakral tahap kedua dimulai tengah malam pukul 00.00 WIB dan berlangsung secara tertutup. Kami minta semua personel pengamanan siaga di ring masing-masing begitu lampu padepokan menyala sebagai tanda dimulainya prosesi,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Lantas AKP Agista Ryan menegaskan tindakan tegas terhadap kendaraan berknalpot brong dan telah menyiapkan rekayasa lalu lintas.

Pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami instruksikan anggota untuk menindak kendaraan dengan knalpot brong. Kunci motor akan diamankan dan dikembalikan setelah kegiatan selesai,” pungkasnya.