Kunjungan Prabowo dan Macron ke Magelang, Ribuan Petugas Gabungan Disiagakan
MAGELANG - Ribuan personel gabungan siap siaga mengamankan kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Magelang Kamis (29/5). Kedua kepala daerah itu dijadwalkan mengunjungi Akademi Militer (Akmil) dan Candi Borobudur.
Agenda Macron berkunjung ke Magelang merupakan bagian dari kunjungan kenegaraannya selama tiga hari di Indonesia, 27-29 Mei 2025. Tujuan utamanya untuk memperkuat kerja sama strategis antara Indonesia dengan Prancis.
Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Dec Jerry Manungkalit menyebut, pengamanan kunjungan kenegaraan tersebut berlangsung mulai Selasa (27/5) malam. Ada ribuan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga instansi lain yang dikerahkan.
Hanya saja, dia tidak menyebut detail jumlah personel yang diterjunkan. "Sifatnya gabungan dari (TNI) darat, laut, udara, teman polisi, dishub, Satpol PP, damkar, PLN, dan sebagainya sesuai dengan sektor masing-masing," lontarnya usai apel gelar pasukan di Rindam IV/Diponegoro.
Prinsipnya, lanjut dia, seluruh personel siap mengamankan kunjungan dua kepala negara tersebut. Dia menyebut, tugas pengamanan rombongan VVIP merupakan amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada negara.
Jerry menegaskan, tugas pengamanan tersebut bukan hanya sekadar rutinitas. Melainkan menjadi sebuah tugas yang dapat membawa nama baik Indonesia di mata dunia. Sebab, kunjungan Prabowo dan Macron bisa meningkatkan hubungan erat kedua negara.
Selain itu, lanjut dia, kunjungan tersebut merupakan momentum penting untuk mempererat kemitraan strategis di berbagai sektor. Mulai dari ekonomi, investasi, pertahanan, hingga budaya.
"Kunjungan ini akan menjadi indikator utama kepercayaan negara lain terhadap stabilitas dan kemampuan Indonesia dalam menjamin kedatangan tamu kenegaraan," paparnya.
Untuk itu, dengan adanya apel gelar pasukan ini, dia dapat mengukur kesiapan satuan, personel, materiel, alat kelengkapan, maupun sarana pendukung lainnya yang akan digunakan dalam pelaksanaan tugas pengamanan. Dia juga menekankan agar pengamanan rombongan Presiden sesuai dengan prosedur tetap (protap).
Untuk itu, dia berharap kepada seluruh personel yang bertugas, agar memahami tugas dan tangggungjawab masing-masing. "Tunjukkan profesionalisme yang tinggi, dedikasi, dan loyalitas dalam setiap pelaksanaan tugas," tegasnya.
Saat ditanya soal kedatangan Prabowo dan Macron, dia belum mengetahui jadwal dan rute kedatangannya. Termasuk armada yang bakal digunakan, entah menggunakan helikopter maupun kendaraan roda empat. "(Kepastian rute) belum. Yang jelas dari Jakarta pakai pesawat," sebutnya.