Kronologi Mencekam! Dito Dipancing ke Hotel, LS & Rekan Disebut Langsung Menggebuk

Kronologi Mencekam! Dito Dipancing ke Hotel, LS & Rekan Disebut Langsung Menggebuk

Medan — Lapisan baru skandal yang menyeret oknum wartawan berinisial LS kembali terbongkar. Setelah sebelumnya mencuat dugaan pemerasan terhadap keluarga sejumlah tersangka di Polsek Pancurbatu, kini LS disebut ikut terlibat dalam kasus penganiayaan yang dilaporkan keluarga korban.

Fakta ini terungkap setelah seorang saksi perempuan berinisial Pi (19) memberi keterangan kepada penyidik Polrestabes Medan. Mengenakan baju merah saat keluar dari ruang pemeriksaan, Pi mengaku dirinya menjadi korban intimidasi sekaligus saksi mata penganiayaan yang diduga melibatkan LS dan rekannya berinisial PS.

Menurut Pi, kejadian bermula ketika dirinya bekerja di toko ponsel milik keluarga LS di kawasan Tuntungan. Ketika rekan kerjanya, Dito, dituduh mencuri, LS datang menanyai Pi dengan nada tinggi dan memaksa dirinya mengaku bekerja sama dengan Dito.

“Aku dibentak-bentak, ditunjuk-tunjuk. Mereka seolah yakin aku bekerjasama dengan Dito padahal aku gak tahu apa-apa,” ungkap Pi.

Tidak berhenti di situ, Pi mengaku dibawa paksa ke Polsek Pancurbatu oleh LS dan PS. Di sana, ia kembali ditekan agar mengaku, bahkan sempat akan diborgol. Namun seorang penyidik bernama Pak Sinto menolak karena Pi tidak terbukti bersalah.

Seminggu kemudian, Pi kembali bekerja. Saat ia mengabarkan bahwa Dito menghubunginya, PS meminta Pi memancing dan menjebak Dito dengan mengatur pertemuan di sebuah hotel yang ditentukan LS sendiri.

Ketika Pi dan Dito masuk ke kamar, LS, PS, dan seorang rekan lainnya tiba-tiba masuk dan langsung menyerang Dito, memukul, mengikat tangan, dan menyeretnya ke mobil untuk kemudian dibawa ke Polsek.

Setelah kejadian itu, Pi mengaku hidupnya penuh tekanan.

“LS sering hubungi aku, datang ke rumah, foto-foto rumahku. Orangtua sampai ketakutan. Serasa diintimidasi,” ujarnya.

Kasus tersebut kini resmi ditangani Polrestabes Medan. Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro, membenarkan adanya laporan yang masuk.

“Ada. Penganiayaan bersama-sama dilaporkan,” tegasnya.

Kasus LS yang awalnya hanya terkait dugaan pemerasan kini melebar menjadi persoalan lebih besar. Publik menyorot keras perilaku LS yang dinilai mencoreng profesi jurnalistik dan diduga memanfaatkan kedekatannya dengan pihak tertentu untuk menekan orang lain.

Proses penyidikan disebut masih berlangsung dan terbuka kemungkinan munculnya fakta-fakta baru. (*)