Konvoi Silat di Blimbing Ricuh, Warga Tusuk Peserta hingga Tewas

Konvoi Silat di Blimbing Ricuh, Warga Tusuk Peserta hingga Tewas

MALANG KOTA – Konvoi perguruan silat yang berlangsung pada Kamis malam (3/7) sampai Jumat dini hari (4/7) memakan korban. Salah seorang peserta konvoi bernama M. Atjhi Saputra, 21, ditusuk warga Blimbing yang bernama Fatur Rochim, 25, menggunakan senjata tajam. Akibat luka yang sangat parah, Atjhi meninggal dunia.

Kapolresta Malang Kota Kombespol Nanang Haryono menjelaskan, malam itu Fatur nongkrong di dekat penjual nasi goreng di Jalan Raden Panji Suroso atau depan Perumahan Araya.

Dia ditemani dua rekannya yang bernama Dwi Candra dan Tamyis Putra Alam. Kemudian sekitar pukul 01.30, melintas rombongan konvoi motor yang diperkirakan mencapai 200 orang. Rombongan tersebut membawa bendera perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Saat melintas, rombongan konvoi membunyikan suara knalpot dengan keras.

Fatur dan Tamyis yang merasa terganggu langsung berdiri dari tempat duduk. Keduanya mendekati rombongan konvoi. Kemudian terjadi cekcok yang berujung perkelahian.

”Penjual nasi goreng yang bernama Agus Bambang Suprianto dan Dwi Candra mencoba melerai perkelahian itu bersama beberapa petugas kepolisian,” ungkap Nanang.

Tapi, keributan sudah telanjur sulit dilerai. Sampai akhirnya, rombongan konvoi bernama Atjhi yang berasal dari Blitar terkena tusukan pisau dari tangan Fatur. Pisau tersebut mengenai dada kiri hingga tembus ke paru-paru dan mengakibatkan Atjhi meninggal dunia.

Dua peserta konvoi juga terluka akibat keributan tersebut. Dimas Aditya dari Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar terluka di bagian lengan sebelah kiri. Sedangkan Ruben Pasyah Sandy Pratama yang merupakan warga Sekarpuro, Kecamatan Kedungkandang, tertusuk pisau di bagian dada dan paha kiri.

”Seluruh korban yang terluka segera dibawa ke RSUD dr Saiful Anwar (RSSA),” imbuh Nanang.