KH. Abdul Mujib: Jangan Terprovokasi, Jaga Lisan dan Nafsu Demi Keutuhan NKRI
Garut – Maraknya isu-isu provokatif yang beredar di tengah masyarakat belakangan ini menuai perhatian serius dari tokoh-tokoh agama. Ketua Perjuangan Wali Songo Indonesia, KH. Abdul Mujib, angkat suara dan mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Dalam keterangannya pada Sabtu (26/4), KH. Abdul Mujib menegaskan pentingnya mengedepankan sikap sabar dan mawas diri, terutama di tengah arus informasi yang kian liar di media sosial maupun ruang-ruang publik.
“Kami menghimbau kepada warga masyarakat untuk tidak terpancing oleh situasi dan kondisi. Masyarakat harus mampu mengendalikan diri, menjaga diri, menjaga nafsu, terutama menjaga lisan dari ucapan-ucapan yang kadang-kadang menimbulkan masalah,” ujar KH. Abdul Mujib kepada wartawan.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya peran individu dalam menjaga stabilitas sosial dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, provokasi yang menyasar masyarakat akar rumput sangat berbahaya, karena menyasar kelompok yang tidak sepenuhnya memahami konteks dan maksud tersembunyi dari isu-isu yang beredar.
“Manusia itu akan selamat kalau mampu menjaga dan mengendalikan nafsunya. Karena dari nafsunyalah ini akan menimbulkan masalah,” tuturnya.
KH. Abdul Mujib juga mengingatkan bahwa provokasi seringkali menyasar titik-titik rawan seperti isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), yang sangat sensitif di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Oleh sebab itu, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat menjadi sangat penting dalam meredam potensi konflik.
“Kita tidak ingin ada hal yang tidak diinginkan terjadi. Jangan sampai masyarakat yang tidak tahu apa-apa ikut terprovokasi, sehingga muncul masalah yang merugikan orang banyak dan juga diri kita sendiri,” tegasnya.
Imbauan KH. Abdul Mujib ini juga menjadi seruan moral di tengah naiknya tensi politik dan sosial yang rentan memunculkan konflik horizontal. Ia menegaskan, kerukunan umat adalah pilar utama dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Kerukunan umat adalah kunci keutuhan NKRI. Kita harus bersatu, bukan justru terpancing untuk saling mencaci dan mencederai,” ucapnya lagi.
Di akhir pernyataannya, KH. Abdul Mujib menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak secara emosional dan spiritual. Ia berharap masyarakat mampu memilah informasi, serta lebih mengutamakan dialog dan musyawarah dalam menyikapi perbedaan. (*)