Ketua Umum MP3I KH Muhammad Zaim Ahmad Ma’shoem Tegaskan Komitmen Pesantren Perangi Radikalisme di Jawa Tengah

Ketua Umum MP3I KH Muhammad Zaim Ahmad Ma’shoem Tegaskan Komitmen Pesantren Perangi Radikalisme di Jawa Tengah

Rembang - Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia (MP3I) sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Kauman Lasem, KH Muhammad Zaim Ahmad Ma’shoem, menegaskan komitmennya untuk memperkuat upaya pencegahan radikalisme di lingkungan pesantren, khususnya di wilayah Jawa Tengah.

Pernyataan ini disampaikan di kediamannya, Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Minggu (10/8/2025). Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, mencintai tanah air, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

“Sebagai pengasuh dan pengurus Pondok Pesantren Kauman Lasem, saya menyatakan komitmen penuh dalam mendukung upaya pencegahan radikalisme di lingkungan pondok pesantren, khususnya di Jawa Tengah,” ujar KH Zaim.

KH Zaim menekankan bahwa Pondok Pesantren Kauman Lasem secara aktif mengajarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang berpijak pada prinsip Iman dan Takwa, Akhlakul Karimah (budi pekerti luhur), penguasaan ilmu pengetahuan, keseimbangan, kedamaian, dan kasih sayang.

Pendekatan ini, menurutnya, menjadi pondasi penting dalam membentengi santri dari paham menyimpang dan mengarahkan mereka menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat.

“Santri kami dibina untuk menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, sehingga mereka dapat menjadi teladan di masyarakat,” tambahnya.

Selain pembinaan di bidang keagamaan dan kebangsaan, Pondok Pesantren Kauman Lasem juga menjalin sinergi erat dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan ideologi di kalangan santri dan memastikan tidak ada celah bagi penyebaran paham radikal.

Langkah pencegahan juga dilakukan melalui pengawasan aktivitas digital santri, mengingat ruang media sosial kerap dimanfaatkan oleh kelompok intoleran untuk menyebarkan ideologi mereka.

“Kami melakukan pembinaan karakter kebangsaan secara berkelanjutan dan mengawasi aktivitas digital di lingkungan pesantren untuk memastikan nilai-nilai radikal tidak tumbuh dan menyebar,” ungkap KH Zaim.

Sebagai Ketua Umum MP3I, KH Zaim mengajak seluruh pengasuh pesantren di Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam membangun generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berwawasan kebangsaan. Ia meyakini hal ini merupakan kunci terciptanya Indonesia yang damai dan bersatu.

“Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita semua dalam menjaga keutuhan bangsa dan nilai-nilai keislaman yang luhur,” tutupnya.

Pernyataan KH Zaim ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak di Rembang. Aparat keamanan dan tokoh masyarakat setempat menilai sinergi pesantren dengan pemerintah menjadi salah satu benteng terkuat dalam mencegah radikalisme di tingkat akar rumput. (*)