Kerja Sama dengan Bulog, Polresta Banyumas Hadirkan Beras Murah bagi Warga

Kerja Sama dengan Bulog, Polresta Banyumas Hadirkan Beras Murah bagi Warga

BANYUMAS - Primer Koperasi Kepolisian (Primkoppol) Polresta Banyumas bersinergi dengan Bulog Cabang Banyumas menyalurkan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) untuk masyarakat, Jumat (8/8).

Kegiatan bertajuk Gerakan Pangan Murah ini sebagai upaya menstabilkan harga beras di pasaran guna menekan laju inflasi di Kota Purwokerto. Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan di halaman Mapolsek Purwokerto Utara dan Baturraden.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Ari Wibowo melalui Kapolsek Purwokerto Utara Kompol Margono, mengatakan bahwa penyaluran beras SPHP untuk masyarakat wilayah Purwokerto Utara sebanyak 525 kilogram beras atau 105 zak.

"Untuk menekan inflasi, kami bekerja sama dengan Bulog Cabang Banyumas menjual beras SPHP kepada masyarakat dengan harga Rp 11.500 per kilogram yang dikemas dalam 5 kilogram/zak," ujarnya.

Selain di Mapolsek Purwokerto Utara, Polresta Banyumas juga menggelar kegiatan serupa di Mapolsek Baturraden. Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat.

Mereka menuturkan bahwa penjualan beras murah membantu mereka untuk memenuhi bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

"Ini sangat membantu warga mendapat beras dengan harga terjangkau di tengah harga di pasaran sedang naik," kata Anto warga Baturraden.

Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Banyumas, komoditas beras menjadi salah satu pemicu laju inflasi dengan menyumbang 0,05 persen, disusul komoditas lain yaitu cabai rawit merah yang menyumbang 0,04 persen dan bawang merah 0,03 persen.

Inflasi Purwokerto secara bulanan pada Juli 2025 tercatat 0,08 persen, sedangkan secara tahunan atau year on year (yoy) sebesar 2,29 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny dalam laporannya menyebutkan bahwa inflasi Juli 2025 di Kota Purwokerto ini utamanya didorong oleh berkurangnya pasokan beras, bawang merah dan cabai rawit.

Selain itu, komponen pendidikan juga memberikan kontribusi terhadap laju inflasi seiring dengan masuknya tahun ajaran baru yang mendorong naiknya biaya pendidikan, khususnya untuk masuk SD dan SMP.